MADIUN, KOMPAS.com — Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) dr Soedono, Kota Madiun, Jawa Timur, Minggu (24/5), masih merawat 11 orang korban luka jatuhnya Pesawat Hercules C-130 milik TNI AU di Desa Geplak, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan.
Direktur RSUP dr Soedono, Madiun, Dr Dodo Anondo, MPH, mengatakan, jumlah pasien yang dirawat di RSUP dr Soedono sebelumnya tercatat 14 orang, tetapi dua orang telah pulang dan seorang dirujuk ke RSUD dr Soetomo, Surabaya.
"Keadaan keseluruhan pasien semakin membaik, bahkan sebagian telah ada yang pulang sehingga tinggal 11 orang yang tersisa. Dua orang yang telah pulang tersebut adalah seorang gadis cilik, Anggun, dan Prada Dwi Purwanto," ujarnya.
Khusus untuk pasien Warsito, yang seharusnya dijadwalkan pulang, terpaksa harus bertahan karena masih perlu melakukan sebagian pemeriksaan medis meski keadaannya secara umum membaik.
"Kami ingin, kondisi pasien saat keluar dari rumah sakit sudah dalam keadaan benar-benar sehat sehingga di rumah hanya tinggal pemulihan," katanya.
Menurut dia, keadaan semua pasien yang sudah membaik itu juga termasuk Mayor Lekahena yang masih berada di ruang intensif care unit (ICU).
Meskipun Mayor Lekahena dilaporkan belum sadar, respons positif yang diberikan terhadap sejumlah alat semakin membaik.
"Meski belum sadar, respons positifnya sudah meningkat, sedangkan Suyono yang sebelumnya di ICU juga sudah dapat dipindahkan ke ruang rawat inap atau paviliun, tetapi pemindahannya mungkin Senin," katanya.
Mulai hari ini, dua orang yang sebelumnya masih dirawat di ruang observasi sudah dapat keluar dan dipindahkan ke ruang rawat inap.
"Untuk pasien di ruang observasi sebelumnya, yakni Sulasmin, telah menjalani operasi sehingga setelah operasi ia akan ditempatkan di ruang pemulihan, sedangkan sisa pasien korban pesawat yang lain telah dirawat di ruang rawat inap," katanya.
Secara rinci, jumlah korban luka jatuhnya Pesawat Hercules C-130 di RSUP dr Soedono, Madiun, adalah 1 pasien masih di ruang ICU, 1 orang di ruang pemulihan, 9 orang di ruang rawat inap, 1 orang dirujuk ke Surabaya, dan 2 orang telah pulang.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang