Almarhum Sutradara Gintings Ditetapkan Sebagai Calon Terpilih DPR

Kompas.com - 24/05/2009, 14:51 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Almarhum Sutradara Gintings ditetapkan menjadi calon terpilih untuk menduduki kursi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Dapil Banten III kendati telah meninggal pada 22 Maret 2009. Sebelumnya, Almarhum Gintings yang merupakan anggota DPR sekaligus menjabat sebagai Wasekjen DPP PDI-P Bidang Fungsi Pemerintahan ini mendapat perolehan suara terbanyak di partainya.

Penetapan tersebut disampaikan dalam Rapat Pleno Terbuka Penetapan Calon Terpilih di Kantor Komisi Pemilihan Umum, Jakarta, Minggu (24/5). "Dengan demikian, kami tetapkan dan kami sahkan Dapil Banten III," kata Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary.

Dalam rapat pleno tersebut, KPU sempat mengganti nama Almarhum Gintings dengan Malawati yang mendapat perolehan suara di bawah Gintings. Namun, Koordinator IT, Tabulasi Suara, dan Relasi KPU sekaligus tim kampanye nasional Megawati-Prabowo, Arif Wibowo, melakukan interupsi.

Menurut Arif, penggantian nama calon terpilih harus atas persetujuan dari pimpinan partai. "Penggantian nama harus atas persetujuan pimpinan partai. Jadi, calon terpilih tidak dapat diganti begitu saja," tutur Arif.

Karena itu, KPU resmi menetapkan Sutradara Gintings menjadi calon terpilih.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau