Antisipasi Pilpres, Rupiah Melemah

Kompas.com - 25/05/2009, 10:37 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kurs rupiah terhadap dollar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Senin (25/5) pagi, turun akibat aksi lepas rupiah. Namun, penjualan mata uang Indonesia itu relatif masih kecil yang dilakukan sebagian pelaku pasar untuk mencari untung.
      
Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS turun menjadi Rp 10.280-Rp 10.290 per dollar AS dibandingkan penutupan hari sebelumnya, Rp 10.260-Rp 10.270 atau melemah 20 poin.  Direktur Retail Banking PT Bank Mega Tbk Kostaman Thayib di Jakarta mengatakan, aksi lepas rupiah yang dilakukan pelaku pasar terjadi karena pelaku pasar khawatir terhadap situasi politik yang memanas menjelang pemilu presiden dan wakil presiden, 8 Juli 2009.
      
"Pelaku pasar juga masih khawatir dengan pertumbuhan ekonomi AS yang dikatakan membaik, tetapi Pemerintah AS sampai saat ini masih belum dapat memastikan untuk mengambil alih perusahaan industri mobil General Motor (GM) yang mengalami kebangkrutan," katanya. Hal itu, ujar dia, memicu pelaku pasar berspekulasi melepas rupiah setelah mata uang Indonesia pada pekan lalu mengalami kenaikan yang cukup berarti.
      
"Namun, aksi lepas rupiah tidak besar karena pelaku masih hati-hati untuk melepas mata uang lokal itu lebih banyak lagi," katanya. Menurut dia, rupiah masih berpeluang untuk menguat lagi. Jadi, koreksi harga yang terjadi saat ini hanya sementara, kemungkinan besar pada sore nanti akan kembali menguat hingga mendekati angka Rp 10.200 per dollar AS.
      
"Sentimen positif masih mendukung rupiah untuk menguat lagi yang terlihat dari tekanan jual terhadap rupiah tidak begitu besar," ujarnya. Apabila rupiah kembali menguat, tutur dia, dalam dua bulan ke depan rupiah akan dapat mencapai angka Rp 10.000 per dollar AS, dengan catatan didukung oleh lancarnya pemilu presiden.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau