Serat Lindungi Jantung Anda!

Kompas.com - 25/05/2009, 16:18 WIB

KOMPAS.com - Berbagai penelitian membuktikan, mengurangi kadar kolesterol jahat (Low Densy Lipoprotein / LDL dapat mengurangi risiko terkena penyakit jantung koroner. Dan salah satu cara untuk mengurangi kolesterol dalam darah adalah dengan mengonsumsi makanan berserat.

Serat dalam makanan dikatakan melindungi jantung karena mampu mengikat lemak dan membuangnya melalui feses. Salah satu jenis serat yang bagus dikonsumsi ada dalam oat yang mengandung serat betaglukan.

Demikian dikatakan dr. Pauline Endang Praptini, MSGK, pakar gizi dari Rumah Sakit Fatmawati, di Jakarta (23/5 ).

Kata Pauline, di dalam lambung serat berubah menjadi jeli dan mampu mengikat lemak, selanjutnya serat tersebut juga akan mengikat hasil buangan dari empedu dan membuangnya melalui feses.

"Dalam keadaan normal, kantung empedu yang kosong harus diisi kembali. Lalu lever akan menarik kolesterol dalam darah, untuk membentuk empedu baru. Dengan demikian kadar kolesterol dalam tubuh dapat dikurangi, " papar Pauline.

Pauline menuturkan, untuk mendapat hasil yang maksimal setiap hari seseorang harus mengonsumsi sebanyak 70 gram oat. Jumlahnya harus tepat, karena jika berlebih, hasilnya tidak akan maksimal.

"Setelah 30 hari mengonsumsi oat dengan takaran 70 gram setiap harinya, rata-rata terjadi akan penurunan kolesterol sebanyak 15 persen," kata Pauline. Dalam 100 gram oat terkandung 370 kalori, 11 gr protein dan beberapa gizi lainnya.

Agar upaya menurunkan kolesterol makin optimal, penting juga melakukan olahraga. "Jangan lupa olahraga minimal 3 kali dalam seminggu," tandasnya.

Oat dikenal pula sebagai haver (Avena sativa L.), merupakan serealia yang cukup penting di daerah beriklim subtropis dan sedang.

Bulir yang dihasilkannya (disebut haver pula) dimanfaatkan sebagai makanan serta pakan (terutama kuda). Di Indonesia produknya dikenal dari sejenis bubur yang diintroduksi penjajah Belanda, yang dikenal sebagai havermut.

Haver merupakan bentuk domestikasi dari jenis setengah liar Avena fatua yang telah dibudidayakan pada zaman perundagian awal (zaman besi) dan merupakan sumber pangan pokok masa itu di Asia Barat dan Eropa.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau