JAKARTA, KOMPAS.com - Alat utama sistem persenjataan (alutsista) membutuhkan perhatian serius. Kedatangan sepuluh purnawirawan di Posko Mangunsarkoro, Senin (25/5), menunjukkan dukungan serius kepada calon presiden yang memiliki komitmen khusus terhadap alutsista secara khusus dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) secara umum.
Calon presiden Jusuf Kalla dengan sangat yakin mengatakan TNI bisa disegarkan dari anggaran sisa sebesar ratusan triliun. Hanya saja, itu akan terjadi sekitar dua tahun lagi jika dilakukan penghematan anggaran di sejumlah sektor. "Ekonomi kita yang bisa kita kurangi adalah subsidi listrik dengan teknologi. Kalau 2010 selesai, kita punya ratusan triliun untuk perbaikan yang lain, termasuk di dalamnya alutsista," tutur JK usai bertemu dengan sepuluh purnawirawan di Posko Mangunsarkoro, Senin (25/5).
Menurut JK, pemikiran tentang berhemat untuk kemudian dialokasikan salah satunya untuk TNI merupakan sebuah terobosan. JK mengaku siap mengadakan terobosan tersebut bersama Wiranto. "Pemimpin punya cara untuk menerobos. Kalau pemimpin nggak mau ambil risiko, ya nggak disukai," ujar JK.
Kedatangan sepuluh purnawirawan yang tergabung dalam Tim Garuda ini, menurut JK, menjadi ajang konsultasi dengan mereka yang sudah berpengalaman di dalam tubuh TNI. JK mengaku dapat menggunakannya untuk perbaikan TNI ke depan.
Para purnawirawan sendiri mengaku bangga dengan JK. JK dinilai sebagai tokoh yang sangat komitmen terhadap alutsista dan TNI, bahkan sejak dirinya duduk sebagai Menko Kesra. Sejumlah purnawirawan lainnya menilai JK sebagai sosok pemimpin yang tegas dan jujur. Kelebihannya didukung dengan keputusan untuk berpasangan dengan Wiranto yang berasal dari kalangan militer.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang