MEDAN, KOMPAS.com - Titik api dari kebakaran lahan mulai muncul di wilayah Sumatera Utara. Hingga Senin (25/5) sore, terdapat 30 sampai 40 titik api se- Sumut. Titik ini terpusat di kawasan perbatasan Provinsi Sumut dengan Riau.
"Jarak pandang saat ini menurun antara 3.000 sampai 4.000 meter. Meski begitu, kondisi ini masih dapat dilintasi penerbangan. Lalu lintas penerbangan baru terganggu jika jarak pandang kurang dari 1.000 meter," tutur Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Bandara Polonia Medan, Firman, Senin di Medan.
Firman menuturkan, penurunan jarak pandang ini membuat para penerbang bekerja lebih berhati-hati saat pendaratan maupun terbang landas. Apalagi di kawasan keselamatan operasional penerbangan (KKOP) Bandara Polonia terdapat sejumlah bangunan tinggi.
Data BMG menyebut titik api tersebar di Kabupaten Labuhan Batu, Mandailing Natal, Toba Samosir, dan Tapanuli Utara. Firman mengatakan titik api di Sumut bisa bertambah apabila tidak ada hujan turun. Belakangan suhu udara terutama Medan dan sekitarnya semakin panas. Suhu panas yang terjadi di Medan dan sekitarnya dipengaruhi oleh adanya titik api di sejumlah daerah di Sumut.
Berdasarkan catatannya, suhu rata-rata siang hari saat ini di Medan mencapai 33 derajat celsius sampai 35 derajat celsius. Pada waktu malam, suhu di Medan dan sekitarnya mencapai 33 derajat celsius sampai 34 derajat celsius.
Dia mengharap hujan lokal turun di sejumlah wilayah di Sumut sehingga bisa menghambat pertumbuhan titik api. "Meski di Medan belakangan suhunya panas, peluang terjadinya hujan tetap tinggi. Hal ini disebabkan adanya kandungan CO2 pada awan yang mempunyai masa renggang. CO2 bisa menangkap uap air dengan cepat," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang