Titik Api Turunkan Jarak Pandang

Kompas.com - 25/05/2009, 20:35 WIB

MEDAN, KOMPAS.com -  Titik api dari kebakaran lahan mulai muncul di wilayah Sumatera Utara. Hingga Senin (25/5) sore, terdapat 30 sampai 40 titik api se- Sumut. Titik ini terpusat di kawasan perbatasan Provinsi Sumut dengan Riau.

"Jarak pandang saat ini menurun antara 3.000 sampai 4.000 meter. Meski begitu, kondisi ini masih dapat dilintasi penerbangan. Lalu lintas penerbangan baru terganggu jika jarak pandang kurang dari 1.000 meter," tutur Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Bandara Polonia Medan, Firman, Senin di Medan.

Firman menuturkan, penurunan jarak pandang ini membuat para penerbang bekerja lebih berhati-hati saat pendaratan maupun terbang landas. Apalagi di kawasan keselamatan operasional penerbangan (KKOP) Bandara Polonia terdapat sejumlah bangunan tinggi.

Data BMG menyebut titik api tersebar di Kabupaten Labuhan Batu, Mandailing Natal, Toba Samosir, dan Tapanuli Utara. Firman mengatakan titik api di Sumut bisa bertambah apabila tidak ada hujan turun. Belakangan suhu udara terutama Medan dan sekitarnya semakin panas. Suhu panas yang terjadi di Medan dan sekitarnya dipengaruhi oleh adanya titik api di sejumlah daerah di Sumut.

Berdasarkan catatannya, suhu rata-rata siang hari saat ini di Medan mencapai 33 derajat celsius sampai 35 derajat celsius. Pada waktu malam, suhu di Medan dan sekitarnya mencapai 33 derajat celsius sampai 34 derajat celsius.

Dia mengharap hujan lokal turun di sejumlah wilayah di Sumut sehingga bisa menghambat pertumbuhan titik api. "Meski di Medan belakangan suhunya panas, peluang terjadinya hujan tetap tinggi. Hal ini disebabkan adanya kandungan CO2 pada awan yang mempunyai masa renggang. CO2 bisa menangkap uap air dengan cepat," katanya.

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau