Tumpahan Solar Pertamina Cemari Perairan Ende

Kompas.com - 25/05/2009, 22:44 WIB

ENDE, KOMPAS.com -  Tumpahan solar dari Depot Pertamina Kabupaten Ende, di Flores, Nusa Tenggara Timur di kawasan perairan Pelabuhan Ippi, Selasa (12/5) lalu telah menimbulkan pencemaran yang menganggu lingkungan biota laut sekitarnya.

Kesimpulan itu berdasarkan hasil uji laboratorium yang dilakukan oleh tim dari Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Hidup Daerah Kabupaten Ende dan La boratorium Kesehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Ende.  

"Dari parameter BOD (Biological Oxygen Demand) angkanya mencapai 100, yang seharusnya tidak lebih dari 40. Dari indikator ini menunjukkan akibat tumpahan solar itu lingkungan di perairan Ippi telah mengalami penyimpangan," kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Laboratorium Kesehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Ende Petrus Djata, Senin (25/5), di Ende.

Hal tersebut disebabkan film atau lapisan kilat minyak solar yang memenuhi permukaan air menghambat cahaya matahari masuk ke dalam laut, sementara cahaya itu dibutuhkan untuk siklus hidup biota laut.    

Namun karena solar yang tumpah ke laut volumenya tidak besar dan telah dilakukan penanggulangan oleh pihak Pertamina, menurut Petrus dampaknya tidak membahayakan, terutama bagi nelayan setempat.

Kasus tumpahan solar itu terjadi hari Selasa (12/5) dini hari sekitar pukul 03.30 wita, ketika pihak Depot Pertamina Ende melakukan pengisian solar 1.700 kiloliter (kl) dari kapal tanker Puteri Jelita ke Tangki I dan IV.

Namun ketika Tangki I hampir terisi penuh, salah seorang petugas Depot Pertamina terlambat memindahkan arus distribusi solar ke Tangki IV, hingga solar pun meluap sekitar 4.000 liter.

Solar yang meluap mengalir ke drainase, lalu masuk ke penampungan jebakan minyak. Akan tetapi berhubung volume penampungan jebakan minyak terbatas, sekitar 200 liter solar lolos menuju muara penampungan yang berbatasan dengan hamparan pasir di pantai Ippi. Jadi, solar yang dapat diselamatkan pihak Pertamina 3.800 liter, sedangkan sisanya ditampung oleh nelayan setempat.

Ketika dikonfirmasi secara terpisah Kepala Depot Pertamina Ende YP Santoso menyatakan, pihaknya telah berupaya mencegah pencemaran lebih luas dengan memasang perangkat penghalau minyak, yang dipasang radius sekitar 30 meter dari bibir pantai.

Selain itu pihak Depot Pertamina Ende juga menyebarkan cairan oil dispersant sekitar 2 galon dengan radius 50 meter dari bibir pantai. Fungsi cairan itu untuk mengubah atau mematikan sifat film atau kilau minyak solar.

"Anda (pers) bisa saksikan di dekat pasir pantai tidak ada film minyak solar yang bertebaran di permukaan air laut, sebab fungsi oil dispersant itu menenggelamkan film minyak hingga ke dasar laut menjadi semacam pupuk. Jadi pencemaran itu dapat diantisipasi," kata Santoso.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau