Perpustakaan Nasional Kesulitan Naskah Kuno

Kompas.com - 26/05/2009, 02:07 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com--Manajemen Perpustakaan Nasional, Jakarta, mengaku, kesulitan untuk mendapatkan naskah-naskah kuno (manuskrip) yang ada di sejumlah daerah di Indonesia, padahal seharusnya naskah-naskah kuno yang ada itu harus di simpan di Perpustakaan Nasional sebagai bahan rujukan penelitian.

"Kami kesulitan untuk mendapatkan naskah-naskah kuno di sejumlah daerah, terutama naskah-naskah kuno milik kerajaan," kata Plt Kepala Perpustakaan Nasional, Lilik Soelistyowati, di Jakarta, Senin.

Selain itu, masih banyaknya kepercayaan masyarakat (mitos) mengenai keampuhan naskah-naskah kuno yang disimpannya, sehingga mereka enggan untuk menyerahkannya ke pepustakaan nasional.

"Untuk mengambil naskah-naskah kuno harus melalui prosedur yang relatif lama, seperti ritual-ritual dan perizinan dari pihak kerajaan, sehingga kami kesulitan mendapatkan naskah tersebut," tuturnya.

Ia berpendapat, seharusnya mereka menyerahkan naskah kuno tersebut ke perpustakaan sesuai UU No 43/2007 tentang perpustakaan.

Ia menjelaskan, dalam UU itu menyebutkan, bahwa Perpustakaan Nasional memiliki tugas menginventarisasi naskah-naskah kuno yang ada di dalam negeri maupun di luar negeri.

Lilik mengatakan, selama ini ada naskah kuno yang diperdagangkan ke luar negeri seperti Malaysia dan Singapura, terutama naskah kuno Melayu.

"Mereka mencari naskah kuno melayu karena kedua negara tersebut ingin menjadi pusat kebudayaan Melayu, padahal naskah kuno Melayu itu kebanyakan dari Indonesia," katanya.

Mengantisipasi hilangnya naskah kuno itu, kata dia, pihaknya bekerja sama dengan sejumlah instansi terkait, termasuk perpustakaan di provinsi melakukan pengawasan naskah-naskah yang memiliki nilai sejarah dan budaya itu.

"Kalau kami tidak bisa menyimpannya, kami hanya meminta duplikatnya melalui foto digital. Tapi, kami juga harus waspada agar tidak menyalahi hak cipta orang lain," kata Lilik.

Lilik mengatakan, hingga kini Perpustakaan Nasional memiliki koleksi naskah kuno sebanyak 10 ribu naskah, yang berisi tentang kebudayaan, peta-peta kuno, ramalan dan lainnya dengan tulisan menggunakan Jawa kuno, Arab kuno, Melayu, Belanda dan lainnya.

"Kami juga memiliki 1,5 juta eksemplar foto yang memiliki nilai sejarah, sejak zaman Belanda hingga zaman kemerdekaan RI," katanya, seraya menambahkan pihaknya juga memiliki koleksi audio visual tentang sejarah Indonesia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau