Amien Rais Tunggu Bukti Boediono

Kompas.com - 26/05/2009, 14:50 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Manuver Ketua Majelis Pertimbangan Pusat Partai Amanat Nasional Amien Rais sempat menimbulkan kontroversi. Awalnya, ia dikenal sebagai salah satu tokoh yang kerap menyerang SBY. Kini, ia berbalik berada di barisan pendukungnya meski mengaku tetap tak sepaham dengan pilihan SBY kepada Boediono sebagai cawapresnya.

Sebelum membuka Rakornas PAN, Selasa (26/5), Amien mengatakan, dirinya masih menunggu bukti dari Boediono untuk memberikan dukungannya.

"Saya mengharapkan bukti karena Boediono banyak tidak dipercaya masyarakat. Buktikan saja apa yang dikatakan di Sabuga bahwa Boediono membela rakyat. Buktikan untuk bisa menarik diri dari IMF, WTO, dan lembaga asing lain," ujar Amien di Hotel The Sultan, Jakarta.

Sikap PAN sendiri, menurutnya, masih satu suara, yaitu berkoalisi dengan Demokrat meskipun sejumlah kadernya banyak yang melompat pagar ke pasangan lain, JK-Wiranto dan ada pula yang mendukung Mega-Prabowo.

Saat disinggung mengenai jatah menteri di kabinet yang akan didapat PAN, Amien tak mau membukanya. Ia hanya mengakui bahwa memang akan ada power sharing atau berbagi kekuasaan. "Soal deal menteri, tidak sampai ke sana, tapi soal power sharing itu pasti dapat. SBY dalam Islam itu tawaduk. Saya tanya kepada beliau apakah partai kecil bisa dapat portofolionya, dijawab SBY bisa. Namun, beliau bilang pilpres saja belum mulai, itu namanya mendahului takdir, menang saja belum," kata mantan Ketua MPR ini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau