KPU Pastikan Distribusi Surat Suara Lancar

Kompas.com - 26/05/2009, 16:29 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Komisi Pemilihan Umum (KPU) memastikan distribusi surat suara pemilu presiden berjalan lancar. Sedianya, KPU akan meggunakan pesawat untuk distribusi surat suara ke sejumlah daerah prioritas. Hal tersebut disampaikan Wakil Kepala Biro Logistik KPU Boradi, ketika ditemui di Kantor KPU, Jakarta, Selasa (26/5).

"Kami prioritaskan pada Papua, Maluku, NTB, sebagian di Sulawesi Utara, Kepulauan Riau, NAD, dan sejumlah daerah lainnya. Rencananya menggunakan pesawat sampai ke provinsi," kata Boradi.

Selain itu, kata Boradi, proses distribusi surat suara pilpres juga relatif lebih mudah dibandingkan surat suara pemilu legislatif lalu karena surat suaranya sama. Karena itu, dipastikan tidak ada surat suara yang tertukar. "Sekarang kan relatif lebih mudah," ujarnya.

KPU akan menyediakan surat suara berdasarkan data jumlah pemilih. Rencananya, setiap kabupaten akan disediakan 1.000 surat suara untuk antisipasi jika ada pemilu ulang.

Namun, lebih jauh ia mengakui belum dapat memastikan jumlah surat suara yang akan dicetak dan didistribusikan nanti. Sebab, hingga kini KPU belum menetapkan daftar pemilih tetap (DPT) pilpres.

"Sampai saat ini kami belum tahu jumlahnya karena jumlah DPT belum ditetapkan. Hanya patokannya DPT pileg kemarin, kalau ada tambahan baru ditambah," tuturnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau