Rizal Tantang Mega-Pro Debat Kebijakan

Kompas.com - 26/05/2009, 20:59 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Juru Bicara Tim Sukses Pasangan SBY-Boediono, Rizal Malarangeng, menantang pasangan Mega-Prabowo adu debat tentang kebijakan yang akan dilakukan bila terpilih nanti.

"Marilah kita berdebat, apa yang sudah baik, apa yang belum, apa yang akan dilakukan. Jadi, bukan berdebat istilah," kata Rizal, ketika ditemui di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Selasa (26/5).

Pernyataan Rizal tersebut disampaikan menanggapi pernyataan kubu Mega-Prabowo yang menyebut cawapres Boediono sebagai penganut mazhab neoliberalisme. Menurut Rizal, tudingan Neoliberalisme tersebut hanya permainan istilah saja.

"Ini kan dialog demokrasi, kita ini kan sudah capek kan mengurus politik. Masa, kita tidak boleh bertanya secara kritis orang-orang yang ikut dalam kandidat di balik orang-orang ini dengan istilah-istilah itu maksudnya apa," ujarnya.

Rizal mengatakan bahwa pasangan capres dan cawapres harus membuktikan kebijakan apa yang akan ditempuh untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, seperti target penambahan sekolah, penambahan jalan, tingkat inflasi, dan penyediaan air bersih. "Kan tidak bisa dilakukan dengan berdebat, kamu neolib atau apa. Bagaimana caranya," ungkapnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau