Sekolah Masih Bingung Jabarkan Sekolah Gratis

Kompas.com - 26/05/2009, 21:40 WIB

GUNUNG KIDUL, KOMPAS.com — Pemberlakuan sekolah gratis yang telah dicanangkan oleh pemerintah pusat sejak Januari lalu masih menyisakan kebingungan untuk penjabarannya. Kebingungan tersebut semakin memuncak jelang penerimaan siswa baru tingkat sekolah dasar yang akan dimulai awal Juni mendatang. 

Sejauh ini, tiap SD baru memperoleh informasi tentang pemberlakuan sekolah gratis dari surat edaran yang telah disebarkan oleh Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Gunung Kidul. Sosialisasi sekolah gratis ke tiap sekolah baru akan dilaksanakan setelah pelaksanaan training of trainee yang digelar pada Kamis (28/5) hingga Sabtu (30/5). 

“Sekolah hanya mengandalkan dana BOS untuk pendanaan sekolah. Padahal, banyak kegiatan di sekolah yang menurut aturannya tidak boleh didanai dari BOS,” ujar Kepala Bidang Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar Suryanto, Selasa (26/5).

Menurut Suryanto, banyak kepala sekolah yang mengaku bingung serta takut mempergunakan dana bantuan operasional sekolah atau BOS, apalagi tiap auditor dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memiliki standar berbeda tentang alokasi pemanfaatan dana BOS. “Beberapa kepala sekolah sampai tak bisa tidur karena dipanggil kejaksaan terkait dana BOS,” tambahnya. 

Suryanto mengaku telah melayangkan surat permohonan ke Dinas Pendidikan DI Yogyakarta agar lebih luwes dalam petunjuk pelaksanaan dana BOS terutama untuk menggratiskan biaya sekolah siswa, apalagi sekolah tidak lagi diperkenankan menarik iuran pendidikan, baik dari siswa, maupun calon siswa. 

Kepala SD Banyumeneng Giriharjo, Panggang, Kadari mengatakan bisa memenuhi kebutuhan pembelajaran 179 siswanya dari dana BOS. Pada tahun ajaran 2008-2009 ini, alokasi dana BOS bagi siswa SD di tiap kabupaten naik dari sebelumnya Rp 254.000 per siswa per tahun menjadi Rp 397.000 per siswa per tahun. 

Saat ini, pendaftaran siswa baru telah mulai dilaksanakan pada sekolah yang telah berlabel rintisan sekolah berstandar internasional (RSBI). Sekolah RSBI di Gunung Kidul di tingkat SD hanya SD I Wonosari yang boleh menarik uang pungutan dari orangtua calon murid. Sekolah lainnya baru akan menjaring siswa pada awal Juni.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau