Kena Krisis, Warga Kaya Inggris Menyusut Separuh

Kompas.com - 28/05/2009, 09:55 WIB

LONDON, KOMPAS.com — Butuh waktu empat tahun bagi Inggris untuk mencetak orang kaya ke jumlah tertinggi. Pada 2003, jumlah miliuner Inggris sekitar 230.000 orang, dan pada 2007 jumlah miliuner Inggris mencapai titik tertinggi, yaitu 489.000 orang. Tapi, cuma butuh satu krisis atau setengah tahun untuk memangkas jumlah jutawan kembali ke level tahun 2003.

Centre for Economics and Business Research (CEBR) melaporkan, jumlah orang yang kekayaannya lebih dari 1 juta pound (setara Rp 16,4 miliar) tinggal 242.000 orang. Sebelumnya CEBR memprediksi, orang kaya di Inggris bisa mencapai 760.000 orang pada 2010.

Berkurangnya jumlah orang kaya otomatis menyusutkan jumlah klub jutawan yang berada di Inggris. Beberapa klub jutawan, terutama yang anggotanya jutawan Skotlandia, terpaksa bubar.

Data 2007 menunjukkan, jumlah orang kaya yang tinggal di kawasan Skotlandia diperkirakan 37.326 orang. Berdasarkan data CEBR tadi, saat ini orang kaya di Skotlandia diperkirakan tinggal 5.000 orang.

Penurunan drastis jumlah hartawan tersebut merupakan dampak hancurnya sektor perumahan di negeri Ratu Elizabeth itu. Maklum, "Peningkatan orang kaya di periode 2003-2007 juga karena harga rumah melejit," kata Douglas McWilliams, Chief Executive CEBR.

Tahun lalu, harga rumah di Inggris Raya turun sekitar 17,7 persen. Jones Lang LaSalle Inc dalam risetnya yang diumumkan kemarin memprediksi, harga rumah di Inggris Raya masih berpotensi turun 14 persen pada 2009 dan 3 persen pada 2010. Perusahaan properti tersebut memprediksi, pasar rumah di Inggris baru pulih 2011.

Selain itu, CEBR menilai jumlah orang kaya di Inggris berkurang banyak karena gaji dan bonus turun tajam. Belum lagi, investasi saham anjlok. "Penurunan jumlah orang kaya merefleksikan kehancuran pasar properti, jatuhnya harga saham dan penurunan bonus hingga 70 persen," kata Mc Williams.

Padahal, beban hidup keluarga di Inggris bertambah berat gara-gara krisis. PricewaterhouseCoopers LLP dalam risetnya beberapa waktu lalu menghitung, krisis telah membebani rumah tangga Inggris total 1,9 triliun poundsterling. Beban tersebut termasuk kenaikan harga barang, pengurangan gaji dan bonus, serta risiko hilangnya pekerjaan. (Kontan/Harris Hadinata/Kontan)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau