Putra SBY, Caleg Terpilih dengan Jumlah Suara Terbanyak

Kompas.com - 28/05/2009, 14:09 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Media Center Komisi Pemilihan Umum (KPU) merilis sepuluh besar calon anggota legislatif tepilih dengan jumlah suara tertinggi dan terendah hari ini, Kamis (28/5).

Di posisi tertinggi, putra SBY, Edhie Baskoro Yudhoyono, bercokol dengan perolehan 327.097 suara di daerah pemilihan Jawa Timur VII. Edhie merupakan caleg dari partai bentukan ayahnya, Partai Demokrat. Edhie pun baru kali ini ikut dalam pemilu legislatif.

Di posisi kedua ada Puan Maharani yang diusung oleh PDI-P di dapil Jawa Tengah V dengan perolehan 242.504. Sementara itu, di posisi ketiga, caleg PDI-P Karolin Margret Natasa yang berasal dari dapil Kalimantan Barat berhasil menghimpun 222.021 suara.

Dodi Reza Alex Noerdin yang diusung Partai Golkar di dapil Sumatera Selatan I duduk di peringkat keempat. Putra Gubernur Sumsel Alex Noerdin ini mampu mengumpulkan 218.991 suara.

Di peringkat lima, Tantowi Yahya yang diusung Golkar di dapil Sumatera Selatan II berhasil mengumpulkan 209.044 suara.

Di peringkat keenam hingga sepuluh berturut-turut diduduki oleh Abdul Wahab Dalimunthe (Demokrat, Sumut I), I Wayan Koster (PDI-P, Bali), Paskalis Kossay (Golkar, Papua), Anas Urbaningrum (Demokrat, Jatim VI), dan Pramono Anung (PDI-P, Jatim VI).

Sementara itu, para caleg yang berhasil melaju ke Senayan dengan suara pas-pasan, antara lain Susaningtyas Nefo Handayani Kertapati (Hanura, Jateng IV), Otong Abdurrahman (PKB, Jabar III), Idin Rosyidin (Gerindra, Banten II), dan Hang Ali Saputra Syah Pahan (PAN, Kalteng). Susaningtyas berhasil melangkah ke Senayan hanya dengan perolehan 6.005 suara di Jawa Tengah IV.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau