Konsep Ekonomi Capres-Cawapres Hanya Obral Janji

Kompas.com - 28/05/2009, 16:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketiga pasangan capres-cawapres telah mengajukan konsep ekonominya kepada publik. Namun, menurut pengamat politik Andrinof Chaniago, semua pasangan capres-cawapres tersebut hanya mengobral janji.

"Para pasangan capres dan cawapres masih memberikan janji-janji surga untuk memperbaiki ekonomi Indonesia. Namun, mereka tidak mendapatkan bagaimana cara mewujudkan janji itu," kata Andrinof dalam sebuah diskusi bertajuk "Menelaah Visi Ekonomi 3 Pasang Calon Presiden-Wakil Presiden RI 2009-2014", di Jakarta, Rabu (28/5).

Dosen Universitas Indonesia ini memberikan contoh, janji membuka lahan 7 juta hektar bukanlah hal mudah untuk dilakukan. "Memangnya tidak butuh banyak upaya, belum lagi pembebasan lahan juga memerlukan waktu yang lama," kata dia.

"Belum lagi janji untuk menurunkan harga BBM, janji itu hanya sebatas janji. Harga BBM itu fluktuatif, tidak bisa ditetapkan," tambah dia.

Janji manis lainnya yang disampaikan oleh salah satu pasangan capres-cawapres adalah peningkatan pertumbuhan ekonomi sampai dua digit, menanggapi hal tersebut, Poltak Hotradero, pengamat ekonomi, merasa janji tersebut akan sulit untuk dilakukan. 

"Dilihat pertumbuhan investasi baru 15-20 persen, kalau mau pertumbuhan double digit investasi harus digenjot 100 persen," kata Poltak.

Dan untuk mencapai investasi 100 persen, lanjut Poltak, adalah hal yang mustahil, Indonesia tidak mempunyai sumber dana. "Duitnya dari mana, kalau mau utang banyak juga tidak boleh, karena dalam undang-undang diatur utang tidak boleh lebih besar dari pertumbuhan ekonomi," kata dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau