Obama Tahan Foto Pemerkosaan di Penjara Irak

Kompas.com - 28/05/2009, 23:01 WIB

LONDON, KOMPAS.com — Beberapa foto dari tahanan Irak yang tidak ingin dirilis oleh Presiden AS Barack Obama memuat gambar pelecehan seks dan pemerkosaan belakangan ini. Gambar-gambar itu merupakan bagian dari sejumlah foto pelecehan terhadap tahanan Irak yang dimuat dalam laporan Mayor Jenderal Antonio Taguba dari AS pada 2004.

Taquba memasukkan dugaan pemerkosaan dan pelecehan seks dalam laporan yang diperkuat dengan sejumlah gambar. Taquba yang pensiun pada Januari 2007 memastikan laporan itu dalam wawancaranya dengan Daily Telegraph, Rabu (27/5).

Taquba mendukung keputusan Obama untuk tidak merilis foto-foto itu walaupun Presiden AS tersebut sempat berjanji akan mengekspos semua gambar tentang berbagai bentuk pelecehan di penjara Ghraib dan penjara lain yang dikelola pasukan AS di Irak.

"Saya tidak yakin dengan fungsi dieksposnya foto itu ke publik selain untuk tujuan hukum," jelas Taquba. "Peredaran foto tersebut akan membahayakan misi pasukan AS sebagai pelindung dari kebijakan luar negeri Washington."

Harian Daily Telegraph melaporkan salah satu gambar menunjukkan bahwa seorang tentara AS yang kedapatan memerkosa seorang tahanan perempuan. Foto-foto itu terkait dengan 400 dugaan kasus pelecehan yang terjadi di penjara Abu Ghraib dan 6 penjara lainnya di Irak antara tahun 2001 dan 2005.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau