PEKANBARU, KOMPAS.com — Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II, Kota Pekanbaru, mewaspadai berkurangnya jarak pandang akibat kabut asap tebal sisa kebakaran hutan dan lahan yang menyelimuti ibu kota Provinsi Riau, Jumat (29/5) pagi.
"Jarak pandang tinggal 1 kilometer. Apabila terus menurun hingga di bawah 1 kilometer, aktivitas penerbangan dapat terganggu," kata Airport Duty Manager Bandara SSK II Pekanbaru Ibnu Hasan di Pekanbaru, Jumat.
Ibnu menjelaskan, apabila jarak pandang berada di bawah 1 kilometer, Bandara SSK II bisa ditutup untuk sementara karena sulitnya proses pendaratan ataupun lepas landas.
"Ibaratnya jarak pandang 1 kilometer ini tanda seru bagi bandara. Jika terus menurun, bisa saja ditutup untuk sementara waktu," katanya.
Ia juga menambahkan, pada saat kabut asap tebal, para pilot dari semua maskapai penerbangan biasanya terbantu dengan adanya instrument landing system (ILS) atau alat bantu pendaratan.
Sementara itu, berdasarkan pantauan terakhir satelit NOAA 18 terdeteksi adanya 35 titik api di Riau sebagai indikator terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Sebanyak 35 titik api tersebut tersebar di sejumlah wilayah, yakni Rokan Hilir dua titik, Rokan Hulu (2 titik), Bengkalis (2titik), Siak (4)titik, Kampar (4titik), Kuantan Singingi (1titik), Pelelawan (16 titik), Indragiru Hulu (4 titik), dan Indragiri Hilir (1 titik).
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang