AS Aktif Kunjungi Pemain Regional

Kompas.com - 29/05/2009, 10:57 WIB

WASHINGTON, KOMPAS.com - Wakil Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Jim Steinberg, akan memimpin delegasi AS ke Asia untuk melakukan konsultasi dengan para pemain regional mengenai bagaimana menjawab uji coba bom nuklir Korea Utara, kata para pejabat AS di Washington, Kamis (28/5).
  
Para pejabat tersebut, yang berbicara tanpa bersedia disebut namanya, mengatakan bahwa Duta besar AS, Stephen Bosworth, utusan khusus AS untuk Korea Utara, diperkirakan akan menyertai Steinberg dalam rencana kunjungannya ke Jepang, China, Rusia, dan Korea Selatan.
  
Para pejabat menyatakan, ada kemungkinan delegasi tersebut berkunjung ke Korea Utara, yang telah dikecam masyarakat internasional sejak melakukan uji coba nuklir Senin lalu. Percobaan bom nuklir bawah tanah itu adalah yang kedua dilakukan oleh negara tersebut, dalam tempo dua setengah tahun belakangan ini.
  
Juru bicara Departemen Luar Negeri, Ian Kelly, membenarkan kunjungan itu dalam pernyataan tertulis singkat yang tidak memberikan rincian ke negara mana saja yang akan dikunjungi. " Wakil Menlu Steinberg rencananya akan memimpin delegasi antar-lembaga itu ke kawasan tersebut, untuk melakukan konsultasi dengan kelima negara sekutu kami beberapa hari mendatang, untuk menanggapi tantangan yang dilakukan Korea Utara terhadap masyarakat internasional," kata Kelly, tanpa memberikan penjelasan lainnya.
  
Pyongyang telah sepakat untuk turut ambil bagian memberikan penjelasan atas ambisi nuklirnya berdasarkan perundingan-perundingan enam negara, yang terdiri kedua Korea, China, Jepang, Rusia, dan AS. Kelima negara anggota perundingan enam negara telah dihubungi kecuali Korea Utara.
  
Namun, uji coba nuklir yang dilakukan pekan ini memperkuat keyakinan di kalangan para pejabat AS, bahwa negara Asia yang diperintah komunis itu bertekad untuk mempertahankan kemampuan nuklirnya, meskipun kesepakatan gencatan senjata untuk diimbali bantuan pada 2005 itu menyepakati melepaskan semua program nuklirnya.
  
Terdapat dugaan bahwa persenjataan nuklir Korea Utara itu akan diarahkan langsung dan sebagai ancaman kepada AS dan negara-negara sekutunya, Jepang dan Korea Selatan, tempat 28.500 tentara AS ditempatkan. Uji coba nuklir itu juga memicu persaingan senjata di Asia timur laut.
  
Sebelumnya, Departemen Luar Negeri AS mengatakan, bahwa Steinberg kini sedang melakukan kunjungan ke Singapura sejak Jumat hingga Minggu, dan ke Jepang mulai Minggu hingga Selasa.
  

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau