Presiden Bashir Melenggang ke Libya

Kompas.com - 29/05/2009, 12:09 WIB

TRIPOLI, KOMPAS.com — Presiden Sudan Hassan Omar al-Bashir, yang menghadapi surat perintah penangkapan internasional, tiba Kamis (28/5) di Libya, menjelang pertemuan puncak para pemimpin regional Afrika, kata seorang pejabat Libya.
   
Pertemuan puncak dua hari dari 18 anggota Masyarakat Negara-negara Sahel-Sahara (Cen-Sad) itu dibuka Jumat (29/5) di kota Sabratha, satu Tempat Warisan Dunia UNESCO di barat Tripoli, ibu kota Libya. "Presiden Bashir akan menghadiri pertemuan puncak itu. Ia senantiasa disambut baik," pejabat itu mengatakan tanpa menyebut nama.
   
"Libya tidak mengakui keputusan yang diambil oleh Pengadilan Kriminal Internasional (ICC)" yang mengeluarkan surat penangkapan itu bagi Bashir karena kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Darfur, ia mengatakan.
   
Kunjungan Presiden Bashir itu adalah yang kedua ke Libya dan ketujuh keluar Sudan sejak pengadilan yang bermarkas di Den Haag, Belanda, tersebut meminta penangkapannya.
   
Pertemuan puncak ke-11 Cen-Sad akan membicarakan beberapa masalah, termasuk konflik antara Sudan dan tetangganya Chad, menurut salinan rancangan agenda.
   
Perdamaian antara Chad dan Sudan dianggap sangat penting bagi penyelesaian yang kekal bagi konflik di wilayah Darfur di bagian barat Sudan yang telah berlangsung enam tahun.
   
PBB mengatakan, sebanyak 300.000 orang telah meninggal di Darfur karena dampak gabungan dari perang, kelaparan dan penyakit, dan sekitar 2,7 juta orang telah melarikan diri dari rumah mereka. Sudan menyebutkan korban meninggal hanya 10.000 orang.
   
Menteri Luar Negeri Libya Mussa Kussa sebelumnya telah mengatakan bahwa para pemimpin dari seluruhnya 28 negara anggota Cen-Sad akan hadir pada pertemuan puncak yang juga akan membicarakan Uni Afrika dan situasi di beberapa negara Afrika itu.
   
Cen-Sad, yang markas besarnya di Tripoli, melukiskan dirinya sebagai kelompok ekonomi terbesar di benua Afrika. Organisasi itu mengelompokkan Benin, Burkina Faso, Republik Afrika Tengah, Komoro, Djibouti, Mesir, Eritrea, Gambia, Ghana, Kenya, Liberia, Libya, Mali, Mauritania, Maroko, Niger, Nigeria, Sao Tome and Principe, Senegal, Somalia, Sierra Leone, Sudan, Togo, dan Tunisia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau