TRIPOLI, KOMPAS.com — Presiden Sudan Hassan Omar al-Bashir, yang menghadapi surat perintah penangkapan internasional, tiba Kamis (28/5) di Libya, menjelang pertemuan puncak para pemimpin regional Afrika, kata seorang pejabat Libya.
Pertemuan puncak dua hari dari 18 anggota Masyarakat Negara-negara Sahel-Sahara (Cen-Sad) itu dibuka Jumat (29/5) di kota Sabratha, satu Tempat Warisan Dunia UNESCO di barat Tripoli, ibu kota Libya. "Presiden Bashir akan menghadiri pertemuan puncak itu. Ia senantiasa disambut baik," pejabat itu mengatakan tanpa menyebut nama.
"Libya tidak mengakui keputusan yang diambil oleh Pengadilan Kriminal Internasional (ICC)" yang mengeluarkan surat penangkapan itu bagi Bashir karena kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Darfur, ia mengatakan.
Kunjungan Presiden Bashir itu adalah yang kedua ke Libya dan ketujuh keluar Sudan sejak pengadilan yang bermarkas di Den Haag, Belanda, tersebut meminta penangkapannya.
Pertemuan puncak ke-11 Cen-Sad akan membicarakan beberapa masalah, termasuk konflik antara Sudan dan tetangganya Chad, menurut salinan rancangan agenda.
Perdamaian antara Chad dan Sudan dianggap sangat penting bagi penyelesaian yang kekal bagi konflik di wilayah Darfur di bagian barat Sudan yang telah berlangsung enam tahun.
PBB mengatakan, sebanyak 300.000 orang telah meninggal di Darfur karena dampak gabungan dari perang, kelaparan dan penyakit, dan sekitar 2,7 juta orang telah melarikan diri dari rumah mereka. Sudan menyebutkan korban meninggal hanya 10.000 orang.
Menteri Luar Negeri Libya Mussa Kussa sebelumnya telah mengatakan bahwa para pemimpin dari seluruhnya 28 negara anggota Cen-Sad akan hadir pada pertemuan puncak yang juga akan membicarakan Uni Afrika dan situasi di beberapa negara Afrika itu.
Cen-Sad, yang markas besarnya di Tripoli, melukiskan dirinya sebagai kelompok ekonomi terbesar di benua Afrika. Organisasi itu mengelompokkan Benin, Burkina Faso, Republik Afrika Tengah, Komoro, Djibouti, Mesir, Eritrea, Gambia, Ghana, Kenya, Liberia, Libya, Mali, Mauritania, Maroko, Niger, Nigeria, Sao Tome and Principe, Senegal, Somalia, Sierra Leone, Sudan, Togo, dan Tunisia.