JAKARTA, KOMPAS.com — Sebagai pemimpin pasar di dunia untuk kendaraan hybrid atau hibrida dengan Priusnya, PT Toyota Astra Motor (TAM) selaku ATPM Toyota di Indonesia kini tengah gencar mempersiapkan diri untuk serius memasarkannya. Langkah itu sudah ditunjukkan melalui sosialisasi dengan berbagai partisipasi melalui jalur pendidikan dan berbagai kegiatan lainnya. Seperti dalam pameran "Pekan Lingkungan Indonesia" di Jakarta Covention Center, Jakarta, 28-31 Mei 2009.
Melalui pemeran itu, TAM memajang Toyota Prius, sedan hibrida yang sudah lama ada di Indonesia dan sering mengikuti berbagai kegiatan. Hal itu termasuk di antaranya mengikuti ajang reli kota Metropolitan. Juga peminjaman kepada tokoh masyarakat, selebriti, maupun media. Ini sebagai bukti konsistensi TAM dalam mengedukasi teknologi hibrida.
“Kami ingin semakin banyak orang tahu bahwa teknologi hybrid kami sangat user friendly. Kenapa, karena setiap teknologi yang diambil Toyota selalu berpangkal pada keinginan untuk memudahkan pelanggan. Dan tentu saja, kesiapan internal sangat diutamakan,” ungkap Presiden Direktur PT TAM Johnny Darmawan lagi. Diakui oleh Johnny bahwa pihaknya tidak ingin mengejar angka penjualan yang besar, tetapi tidak diiringi dengan pelayanan paripurna.
Mobil hibrida superlaris seperti Toyota Prius, SPK untuk model terbarunya di Jepang sudah mencapai 80.000 unit. "Bahkan sebelum diluncurkan, pasti menimbulkan animo besar di mana pun mobil tersebut diluncurkan. Ini harus diiringi dengan kesiapan internal maupun eksternal," papar Johnny.
Teknologi hibrida yang diaplikasikan Toyota pada produknya dikenal dengan istilah Full Hybrid (Strong Hybrid). Jadi, di Prius itu motor listrik dan mesin bensin konvensional mendapatkan porsi kerja yang sebanding dan dapat berdiri, baik sendiri, maupun bekerja sama, sehingga menghasilkan efisiensi bahan bakar dan emisi yang jauh lebih bersih. Ini berbeda dengan teknologi Assist Hybrid dan Mild Hybrid bahwa motor listrik lebih berperan sebagai pendukung kerja mesin bensin atau tidak independen.
“Toyota hanya menggunakan teknologi Full Hybrid karena kami tidak ingin tanggung-tanggung dalam menciptakan kendaraan berkonsep ramah lingkungan. Ini sejalan dengan komitmen Toyota dalam mencari The Ultimate Eco Car sebagai tujuan akhir,” tambah Johnny Darmawan.
Mulai Juni ini, pihak prinsipal Toyota, Toyota Motor Corp (TMC), akan menaikkan angka produksi Prius sekitar 50.000 unit per bulannya. Kemudian, sebagai catatan, sampai akhir 2008, Toyota Prius sudah terjual total sekitar 1,2 juta unit. Tahun ini, Prius hadir dengan generasi ketiganya.
“Dengan angka tersebut, Toyota telah menjadi produsen mobil hybrid terbesar di dunia. Namun, kami tak berhenti di sini. Di tahun 2020, TMC menargetkan adanya varian hybrid pada setiap model kendaraan Toyota. Semoga Indonesia dapat menyumbangkan sesuatu yang berarti dalam pencapaian cita-cita luhur tersebut,” harap Johnny Darmawan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang