Tim Robot Unikom Wakili Indonesia di Robogames 2009

Kompas.com - 30/05/2009, 10:46 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com — Tim Robot Universitas Komputer Bandung menjadi wakil tunggal Indonesia di Kejuaraan Robogames, San Fransisco, Amerika Serikat, 12-15 Juni 2009. Mereka akan turun di kelas Open Autonomous Fire Fighting (Pemadam Kebakaran Otomatis) mengandalkan dua robot buatan mahasiswa Unikom.

”Robot yang akan bertanding adalah DU-114 V8 dan Next 116 karya Rodi Hartono dan Stevanus Akbar Alexander,” kata Ketua Divisi Robotika Unikom, Yusrila Yeka Kerlooza, di Bandung, Sabtu (30/5).

Robogames adalah kejuaraan desain robot tingkat internasional. Untuk tahun 2009 diperkirakan sebanyak 20 negara ikut ambil bagian. Peserta akan bersaing di 72 kelas yang dipertandingkan.

Menurut Yusrila, keikutsertaan Tim Robotika Unikom di Robogames adalah yang pertama kalinya. Setelah beberapa kali menjadi pemenang kompetisi robot tingkat regional dan nasional, Tim Robotika menganggap butuh tantangan baru. Salah satunya belajar dari pembuat robot dari luar negeri melalui kompetisi internasional.

Beberapa kejuaraan yang pernah diikuti DU-114 V8 adalah Juara I Divisi Senior Beroda Kompetisi Robot Cerdas Indonesia (KCRI) Tingkat Regional II dan Tingkat Nasional pada tahun 2008. Sedangkan Next 116 pernah menjadi juara I pada Divisi Senior KCRI berkaki tingkat Regional II. ”Bukan semata-mata menang atau kalah. Dengan ikut bertanding, kami ingin mendapatkan pelajaran dan ilmu baru dari peserta negara lain,” katanya.

Mengenai peluang memenangi kelas khusus pemadam kebakaran, Yusrila mengatakan segala kemungkinan masih terbuka. Alasannya, dari sekian banyak percobaan dan penyempurnaan, menghasilkan kinerja robot yang memuaskan. Di antaranya, sensor gerak, kecepatan robot, hingga komponen pemadaman. ”Pesaing terbesar kami di kelas pemadam kebakaran bukan negara-negara Eropa atau Amerika Utara. China justru menjadi pesaing terberat,” katanya.

Menurut Stevanus Akbar, pembuat Next 116, aplikasi kedua robot ini memang ditujukan untuk kehidupan masyarakat sehari-hari, khususnya pemadaman api. Hal ini bisa dilihat dari dua desain yang sengaja dibuat berbeda. DU-114 sengaja dibuat berkaki enam untuk mengantisipasi kemungkinan banyaknya tangga di sekitar permukiman. Sedangkan DU-114, menggunakan roda, seperti tank baja, dibuat agar robot bisa dengan cepat menemukan lokasi pemadaman.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau