JAKARTA, KOMPAS.com — Capres asal Partai Golkar, Jusuf Kalla, berharap, apabila memang KPU sudah mengetahui adanya kecurangan pemilu, sebaiknya KPU segera menindaklanjutinya. Diharapkan juga, dengan sudah diketahui adanya indikasi kecurangan, pasangan capres-cawapres jangan melakukan kecurangan tersebut. Hal itu disampaikan Kalla menjawab pers dalam keterangan di Posko Mangun Sarkoro, Sabtu (30/5) siang.
Hal itu dikemukakan Jusuf Kalla terkait dengan pernyataan Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary di acara pengambilan nomor urut dan penetapan nomor peserta capres-cawapres di gedung KPU pagi tadi. Saat itu, Ketua KPU menyatakan pihaknya tengah berupaya melaksanakan pemilu yang bersih, jujur dan adil, serta jauh dari kecurangan. Menurut Hafiz, di beberapa tempat memang ada kecurangan, seperti adanya pemaksaan maupun upaya penyogokan. Karena itu, Ketua KPU berharap pada pilpres 8 Juli tidak ada lagi rayuan maupun paksaan yang sifatnya mencurangi pilpres.
"Sebaiknya, apalagi kalau KPU sudah tahu, seperti itu, saya yakin KPU tentunya akan menindaklanjuti adanya upaya kecurangan melalui indikasi sogok-menyogok," tegas Kalla.
Dikemukakan Kalla, karena indikasinya sudah diketahui, maka sebaiknya di antara pasangan capres-cawapres jangan sampai melakukan perbuatan tersebut.
Lebih jauh, Kalla mengatakan, ada sejumlah hal yang harus dilakukan KPU untuk mencegah terjadinya kecurangan. Pertama, KPU harus bisa mengawasi dari tingkat atas sampai aparat ke bawah. Kedua, masing-masing capres-cawapres jangan berbuat curang sebab, jika terbukti, hal itu sangat berbahaya dan bisa didiskualifikasi. Ketiga, masyarakat harus ikut mengawasi dan aparat hukum harus menindaklanjuti.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang