GARUT, KOMPAS.com - Dani Ramdani (29) nekad bunuh diri hingga tewas mengenaskan di Kampung Mekarsari Kelurahan Muara Sanding Garut Minggu (31/5), yang diduga stres atas dituntut istrinya untuk bercerai.
Warga asal Kabupaten Kuningan, Jawa Barat tersebut, dalam kondisi luka parah sempat dilarikan ke RSU dr Slamet Garut, namun ia meninggal dunia dalam perjalanan.
Korban melukai lehernya dengan menggunakan pisau dapur saat pemilik rumah, kakak kandungnya serta seisi rumah tengah berada diluar. "Sebelumnya Dani sempat mengeluh kepada keluarga, kalau dia mempunyai masalah dengan istrinya di Kuningan," ungkap salah satu keluarga korban.
Dia sengaja datang ke Garut menemui kakak kandungnya, untuk menceritakan kegelisahannya akibat istri menuntut minta cerai. "Setelah empat hari tinggal dengan kakaknya, korban menjadi gelap mata dan nekad mengeksekusi dirinya sendiri," katanya.
Kasat Reserse Polres Garut, AKP Oon Suhendar SH menyatakan, untuk sementara dipastikan peristiwa itu murni kasus bunuh diri, namun pihak Kepolisian tetap melakukan penyelidikan.
Sementara itu Kepala RSU dr Slamet Garut dr Widjayanti Utoyo mengatakan, tengah mengkonfirmasi kepada para medis yang sempat menangani jenasah korban. Untuk memastikan secara medis penyebab kematiannya, yang juga masih belum diketahui penyebab istri korban minta cerai.
Sementara dari Garut dilaporkan, kasus perceraian di daerah ini mengalami peningkatan. Umumnya akibat tekanan ekonomi. Dalam dua tahun terakhir, 70 persen dari kasus perceraian berawal dari gugatan pihak istri.
Pada 2007 lalu terdapat 380-an kasus perceraian, pada 2008 meningkat menjadi 1.152 kasus. "Bahkan sejak awal Januari hingga menjelang pertengahan April 2009 terdapat 380-an kasus," ungkap staf Pengadilan Agama setempat, Vina Oktriani.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang