Istri Minta Cerai, Suami Bunuh Diri

Kompas.com - 31/05/2009, 20:26 WIB

GARUT, KOMPAS.com - Dani Ramdani (29) nekad bunuh diri hingga tewas mengenaskan di Kampung Mekarsari Kelurahan Muara Sanding Garut Minggu (31/5), yang diduga stres atas dituntut istrinya untuk bercerai.

Warga asal Kabupaten Kuningan, Jawa Barat tersebut, dalam kondisi luka parah sempat dilarikan ke RSU dr Slamet Garut, namun ia meninggal dunia dalam perjalanan.

Korban melukai lehernya dengan menggunakan pisau dapur saat pemilik rumah, kakak kandungnya serta seisi rumah tengah berada diluar. "Sebelumnya Dani sempat mengeluh kepada keluarga, kalau dia mempunyai masalah dengan istrinya di Kuningan," ungkap salah satu keluarga korban.

Dia sengaja datang ke Garut menemui kakak kandungnya, untuk menceritakan kegelisahannya akibat istri menuntut minta cerai. "Setelah empat hari tinggal dengan kakaknya, korban menjadi gelap mata dan nekad mengeksekusi dirinya sendiri," katanya.

Kasat Reserse Polres Garut, AKP Oon Suhendar SH menyatakan, untuk sementara dipastikan peristiwa itu murni kasus bunuh diri, namun pihak Kepolisian tetap melakukan penyelidikan.

Sementara itu Kepala RSU dr Slamet Garut dr Widjayanti Utoyo mengatakan, tengah mengkonfirmasi kepada para medis yang sempat menangani jenasah korban. Untuk memastikan secara medis penyebab kematiannya, yang juga masih belum diketahui penyebab istri korban minta cerai.

Sementara dari Garut dilaporkan, kasus perceraian di daerah ini mengalami peningkatan. Umumnya akibat tekanan ekonomi. Dalam dua tahun terakhir, 70 persen dari kasus perceraian berawal dari gugatan pihak istri.

Pada 2007 lalu terdapat 380-an kasus perceraian, pada 2008 meningkat menjadi 1.152 kasus. "Bahkan sejak awal Januari hingga menjelang pertengahan April 2009 terdapat 380-an kasus," ungkap staf Pengadilan Agama setempat, Vina Oktriani.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau