JAKARTA, KOMPAS.com — Kurs rupiah terhadap dollar AS di pasar spot antarbank, Jakarta, Senin (1/6) pagi, menguat mendekati angka Rp 10.200 per dollar AS karena pelaku masih memburu rupiah.
Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS naik menjadi Rp 10.255-Rp10.265 per dollar AS dibandingkan penutupan akhir pekan lalu yang mencapai Rp 10.280-Rp 10.290 atau naik 25 poin.
Pengamat pasar uang, Edwin Sinaga, di Jakarta, Senin, mengatakan, pergerakan rupiah saat ini cukup bagus yang menunjukkan aliran dana asing ke pasar domestik masih besar. "Sebab, kebutuhan dollar AS pada awal bulan ini dapat dipenuhi sehingga tidak menekan rupiah, bahkan memicu mata uang lokal itu menguat," katanya.
Menurut Edwin Sinaga, permintaan dollar AS dari BUMN yang cukup besar itu dapat diantisipasi dengan masuknya dana asing, terutama investor dari Timur Tengah yang berminat dalam bisnis syariah. "Kami optimistis rupiah akan kembali menguat dan pada pekan ini kemungkinan akan dapat mencapai angka Rp 10.200 per dollar AS," katanya.
Meski rupiah menguat, lanjut dia, aktivitas perdagangan belum ramai karena sebagian pelaku pasar masih berada di luar menunggu perkembangan lebih lanjut. "Pelaku pasar yang sudah masuk itu terus membeli rupiah sehingga mendorong mata uang Indonesia itu menguat," tuturnya.
Ia mengatakan, rupiah pada sore nanti masih akan bergerak naik, tetapi kenaikan itu diharapkan tidak terlalu cepat karena produksi ekspor Indonesia di pasar ekspor kurang menguntungkan. "Meski demikian, kenaikan rupiah itu menunjukkan bahwa kinerja ekonomi nasional cukup bagus," ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang