PULAU JEJU, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan senang karena Presiden Korea Selatan Lee Myung-Bak memenuhi janjinya untuk memberikan perhatian terhadap sekitar 30.000 tenaga kerja Indonesia yang terancam dipulangkan ke Indonesia akibat krisis keuangan global. Janji yang dipenuhi itu adalah dilakukannya pelatihan kembali terhadap TKI Indonesia sehingga mereka bisa ditempatkan dengan kualifikasi keahlian yang meningkat.
Demikian disampaikan Juru Bicara Kepresidenan Dino Patti Djalal seusai pertemuan bilateral di antara kedua pemimpin negara di Pulau Jeju, Korea Selatan, Senin (1/6). "Dalam pertemuan tadi, disampaikan oleh Presiden Lee dari 30.000 TKI di Korsel seluruhnya telah dilakukan pelatihan kembali oleh Departemen Tenaga Kerja Korsel. Sembilan puluh persen di antaranya telah mengikuti re-training. Targetnya 100 persen akan bisa lolos sehingga mereka tidak harus di-PHK dan kembali pulang ke Indonesia," ungkap Dino.
Janji Presiden Lee disampaikan saat melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia beberapa waktu lalu. Presiden Lee berjanji akan memberi perhatian terhadap TKI yang terancam dipulangkan. Janji itu diutarakan menanggapi permintaan Presiden Yudhoyono agar Pemerintah Korsel memerhatikan nasib TKI.