SURABAYA, KOMPAS.com — Sejak dua bulan lalu, panitia Seleksi Nasional Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) sudah menyebarkan 15.501 formulir pendaftaran beasiswa masuk universitas (BMU). Sekolah yang menerima penyebaran formulir sebanyak 5.167 sekolah.
Hal tersebut dituturkan oleh Ketua Panitia Pusat SNMPTN H Haris Supratno di Surabaya, Senin (1/6). Haris mengatakan, formulir yang kembali kepada pihak panitia sebanyak 3.622.
Haris menambahkan, para siswa yang gagal mendapatkan beasiswa BMU tersebut rata-rata disebabkan oleh nilai matematikanya di bawah 7,00. Selain itu, standar nilai Bahasa Indonesa tiap siswa pun di bawah angka 6,00. Bahkan, ada juga siswa yang tidak memperoleh rekomendasi dari sekolah.
Selain itu, lanjut Haris, syarat utama penerima BMU merupakan pelajar dari keluarga miskin. Untuk itulah, dalam salah satu persyaratan juga harus dicantumkan surat keterangan miskin yang diperoleh dengan rekomendasi kelurahan atau RT/RW setempat.
Haris mengakui, ada juga siswa yang ditolak menerima BMU karena, kata Haris, meskipun persyaratannya lengkap, nilai yang diberikan adalah hasil rekayasa. Pihak panitia SNMPTN menjumpai puluhan siswa yang melakukan rekayasa nilai tersebut. "Kami tidak mau menerima siswa tersebut karena niat awalnya saja sudah tidak jujur," tutur Haris.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang