Jenazah di Reruntuhan itu Diduga Fauzan

Kompas.com - 01/06/2009, 14:55 WIB

CILACAP, KOMPAS.com - Seorang TKI asal Cilacap, Fauzan, diduga menjadi salah satu korban reruntuhan bangunan Supermarket Jaya di Petaling Jaya, Malaysia.  Kasi Penempatan Kerja Dalam dan Luar Negeri pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Cilacap, Sutiknyo, di Cilacap, Senin, mengatakan, Minggu (31/5) dirinya menerima pesan singkat dari Atase Tenaga Kerja KBRI Kuala Lumpur mengenai dugaan tersebut.
    
Dalam pesan singkat itu, katanya, disebutkan ada salah satu jenazah korban reruntuhan yang diduga sebagai Fauzan. "Namun hingga saat ini kami belum menerima kepastiannya, apakah benar jenazah tersebut Fauzan atau bukan," katanya.
    
Sementara itu Atase Tenaga Kerja KBRI Kuala Lumpur, Teguh Hendro Cahyono, saat dihubungi membenarkan adanya dugaan tersebut. "Memang dari sepatu, bentuk rambut, dan beberapa perlengkapan yang digunakan korban, jenazah itu dikenali sebagai Fauzan. Namun setelah keluarganya mencoba mengidentifikasi, mereka menyatakan bahwa korban tersebut bukan sebagai Fauzan," katanya.
    
Ia mengatakan, kemungkinan korban bernama Fendi (rekan Fauzan) yang berasal dari Kebumen. Meski demikian, kata dia, untuk mengetahui identitas korban, KBRI melakukan tes DNA terhadap jenazah tersebut.
    
"Hari ini sedang dilakukan tes untuk mengetahui identitas korban," katanya. Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui secara pasti alamat Fendi di Kebumen maupun alamat Fauzan di Cilacap, yang diduga sebagai salah satu korban reruntuhan bangunan pusat perbelanjaan tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau