Para Capres, Bersainglah secara Sehat!

Kompas.com - 01/06/2009, 18:17 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Sejumlah tokoh lintas agama mengingatkan agar para kandidat presiden bisa bersaing secara sehat, cerdas, dan berkeadaban. Selain itu, Komisi Pemilihan Umum juga diminta menerima bukti KTP bagi rakyat yang tidak terdaftar dalam daftar pemilih tetap. Pasalnya, rakyat yang berhak memilih tetapi tidak diberikan kesempatan untuk menggunakan hak pilihnya merupakan bagian kesewenang-wenangan.

"KPU hendaknya memberikan kemudahan agar para pemilih dapat menggunakan hak politiknya dengan bebas, rahasia, dan aman," ujar Romo Beny Susetyo dari Konferensi Waligereja Indonesia di Jakarta, Senin (1/6), ketika membacakan seruan tokoh lintas agama.

Ketua Indonesia Committee on Religion for Peace (IComRp) Prof Din Syamsuddin juga mengingatkan agar hak politik rakyat jangan diabaikan pada pemilu presiden mendatang. Pemilu legislatif lalu seharusnya bisa menjadi pelajaran bagi bangsa ini bahwa pengabaian hak rakyat merupakan gangguan bagi proses demokrasi. "Kita tidak ingin ini berulang lagi, karena itu kami berharap KPU hendaknya senantiasa bekerja keras, penuh dedikasi, dan profesional," ujar Din.

Tokoh lintas agama yang hadir di antaranya H Amidhan dari Majelis Ulama Indonesia, Andreas A Yewangoe (Ketum Persekutuan Gereja Indonesia), Nyoman Udayana (Persatuan Hindu Dharma Indonesia), Theopilus Bela (Sekjen Indonesia Committee on Religion for Peace), Gustaf Dupe/FKKI (Forum Komunikasi Kristiani Indonesia), Saltobing dari IComRp, Pdt SBP Silitonga dari Badan Kerjasama Gereja-gereja dan Lembaga Gereja (BKG LG), Prof Theresia K dari BKG LG, WS Asyumptapura dari Matakin (Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia), Susi Bastians dari WKRI (Wanita Katolik Republik Indonesia), dan Rusli dari WALUBI (Perwakilan Umat Buddha Indonesia).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau