MADIUN, KOMPAS.com — Panglima Kodam V/Brawijaya Mayjen TNI Soewarno kembali mengingatkan prajurit TNI di wilayah Jawa Timur untuk menjaga netralitas TNI menjelang pemilu presiden. Netralitas TNI menjelang pemilu legislatif lalu harus terulang menjelang pemilu presiden kali ini.
Hal ini disampaikannya kepada para prajurit TNI saat serah terima jabatan Komandan Korem 081/Dhirtosaha Jaya dari Kolonel Kamiso Miran kepada Kolonel Yul Aviandi, di halaman depan Korem 081/DSJ, Madiun, Senin (1/6).
Di halaman itu pula terpampang dua spanduk yang berisi agar TNI tetap netral. Spanduk pertama bertuliskan "Prajurit Korem 081/DSJ Mendukung Kelancaran Pilpres Tahun 2009. Politik Praktis No, Netralitas Yes", sedangkan spanduk kedua bertuliskan "Prajurit Korem 081/DSJ Bersikap Netral Dalam Kehidupan Politik dan Tidak Melibatkan Diri Pada Kegiatan Politik Praktis".
Menurut Soewarno, dia berulang kali mengingatkan prajurit TNI agar netral karena calon presiden dan calon wakil presiden banyak yang adalah purnawirawan TNI. Tidak hanya itu, di tim sukses ketiga pasangan calon presiden dan calon wakil presiden pun banyak purnawirawan TNI.
"Makanya saya berulang kali menekankan netralitas itu. Supaya prajurit TNI yang punya kedekatan dengan mereka karena dulu pernah jadi bawahan para purnawirawan itu tidak terpengaruh dan tetap menjaga netralitas TNI," tambahnya.
Netralitas TNI yang terjaga menjelang pemilu legislatif lalu, dia melanjutkan, harus terulang pada pemilu presiden kali ini.
Untuk menjaga netralitas ini, Soewarno mengatakan akan memberikan sanksi tegas kepada siapa pun prajurit TNI yang terbukti ikut menyukseskan salah satu calon presiden dan calon wakil presiden. "Dari sanksi ringan sampai berat pasti akan kami jatuhkan," tambahnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang