Arcan: Ada Konspirasi Menjatuhkan Nama Baik Saya di Persebaya

Kompas.com - 01/06/2009, 19:08 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelatih Persebaya Surabaya Arcan Iurie mengaku ada konspirasi di Surabaya yang ingin menjatuhkan nama baiknya sebagai pelatih profesional di Indonesia. Menurutnya, kegagalan Persebaya di babak empat besar Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia yang digelar di Samarinda beberapa waktu lalu bukan masalah strategi yang diberikan pelatih.

"Saya mengandalkan pemain senior yang ada di Persebaya. Selain itu, beberapa pernyataan dari seluruh pemain sebelum pertandingan melawan PSPS Pekanbaru cukup membuat saya optimistis," ungkapnya ditemui di Sekretariat PSSI, Senin (1/6).

Namun apa yang terjadi keesokkan, Arcan mengaku terkejut. Para pemain sepertinya sudah melupakan ikrar kesanggupan bermain untuk menang. "Melawan PSPS, lima belas menit berjalan, kami sudah kemasukkan tiga gol," selorohnya.

Karena itulah, usai dikalahkan PSPS dengan skor 1-5, pelatih asal Moldova ini langsung mengumpukan seluruh ofisial dan pemain Persebaya di kamar ganti pemain. Dia meminta kepada seluruh pemain dan manajer untuk mengatakan alasan, mengapa Persebaya kalah dengan skor telak.

Karena situasi yang begitu tegang, akhirnya manajer tim dan asisten manajer Persebaya diakui Iurie jatuh pingsan. "Meski akhirnya saya tidak tahan menahan emosi, tensi darah saya turun dan tak sadarkan diri juga," ujarnya.

Namun demikian, Arcan yang pernah membawa Persija Jakarta menjadi finalis di babak akhir kompetisi Divisi Utama dan Copa Indonesia serta membawa Persib Bandung menjadi jawara putaran pertama kompetisi Divisi Utama, mengaku dirinya tidak menyalahka siapa-siapa.

"Saya harus bekerja secara profesional, dan saya sadar bahwa saya di Persebaya ini memang ada yang ingin menjatuhkan nama baik saya," tandasnya.

Menyinggung masalah dirinya yang diberitakan menghilang, Arcan mengaku kepergiaan dari Samarinda usai mengikuti babak empat besar bukannya pergi begitu saja. Dia sudah izin kepada manajer untuk kembali ke Karawang, Jabar, sehingga dirinya tak ingin berpolemik tentang kabar melarikan diri itu.

Dia juga mengatakan akan kembali ke Surabaya tanggal 2 Juni ini. "Saya sudah berkomunikasi dengan manajemen tim, saya akan kembali ke Surabaya tanggal 2 Juni, untuk melakukan pembicaraan dengan manajemen tim Persebaya," tuturnya.

Untuk itu, Arcan mengimbau kepada pihak tertentu untuk tidak mengatakan dirinya tidak bekerja profesional dalam menangani Persebaya. Menurutnya, kalau sudah bertemu dengan manajemen tim baru dia boleh dinilai gagal atau tidak.

"Makanya saya tidak ingin ada suara tentang saya di luar pertemuan dengan manajemen tim. Saya sudah empat tahun di Indonesia dan boleh dilihat kembali trek record saya selama menangani tim sebelum di Persebaya," ujarnya.

Khusus persiapan menghadapi babak play off yang jadwalnya belum ditentukan, Arcan masih memiliki rasa optimistis Persebaya bisa melangkah ke Liga Super. "Saya percaya pemain senior di Persebaya bisa membawa tim ini ke Liga Super," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau