JAKARTA, KOMPAS.com - Pelatih Persebaya Surabaya Arcan Iurie mengaku ada konspirasi di Surabaya yang ingin menjatuhkan nama baiknya sebagai pelatih profesional di Indonesia. Menurutnya, kegagalan Persebaya di babak empat besar Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia yang digelar di Samarinda beberapa waktu lalu bukan masalah strategi yang diberikan pelatih.
"Saya mengandalkan pemain senior yang ada di Persebaya. Selain itu, beberapa pernyataan dari seluruh pemain sebelum pertandingan melawan PSPS Pekanbaru cukup membuat saya optimistis," ungkapnya ditemui di Sekretariat PSSI, Senin (1/6).
Namun apa yang terjadi keesokkan, Arcan mengaku terkejut. Para pemain sepertinya sudah melupakan ikrar kesanggupan bermain untuk menang. "Melawan PSPS, lima belas menit berjalan, kami sudah kemasukkan tiga gol," selorohnya.
Karena itulah, usai dikalahkan PSPS dengan skor 1-5, pelatih asal Moldova ini langsung mengumpukan seluruh ofisial dan pemain Persebaya di kamar ganti pemain. Dia meminta kepada seluruh pemain dan manajer untuk mengatakan alasan, mengapa Persebaya kalah dengan skor telak.
Karena situasi yang begitu tegang, akhirnya manajer tim dan asisten manajer Persebaya diakui Iurie jatuh pingsan. "Meski akhirnya saya tidak tahan menahan emosi, tensi darah saya turun dan tak sadarkan diri juga," ujarnya.
Namun demikian, Arcan yang pernah membawa Persija Jakarta menjadi finalis di babak akhir kompetisi Divisi Utama dan Copa Indonesia serta membawa Persib Bandung menjadi jawara putaran pertama kompetisi Divisi Utama, mengaku dirinya tidak menyalahka siapa-siapa.
"Saya harus bekerja secara profesional, dan saya sadar bahwa saya di Persebaya ini memang ada yang ingin menjatuhkan nama baik saya," tandasnya.
Menyinggung masalah dirinya yang diberitakan menghilang, Arcan mengaku kepergiaan dari Samarinda usai mengikuti babak empat besar bukannya pergi begitu saja. Dia sudah izin kepada manajer untuk kembali ke Karawang, Jabar, sehingga dirinya tak ingin berpolemik tentang kabar melarikan diri itu.
Dia juga mengatakan akan kembali ke Surabaya tanggal 2 Juni ini. "Saya sudah berkomunikasi dengan manajemen tim, saya akan kembali ke Surabaya tanggal 2 Juni, untuk melakukan pembicaraan dengan manajemen tim Persebaya," tuturnya.
Untuk itu, Arcan mengimbau kepada pihak tertentu untuk tidak mengatakan dirinya tidak bekerja profesional dalam menangani Persebaya. Menurutnya, kalau sudah bertemu dengan manajemen tim baru dia boleh dinilai gagal atau tidak.
"Makanya saya tidak ingin ada suara tentang saya di luar pertemuan dengan manajemen tim. Saya sudah empat tahun di Indonesia dan boleh dilihat kembali trek record saya selama menangani tim sebelum di Persebaya," ujarnya.
Khusus persiapan menghadapi babak play off yang jadwalnya belum ditentukan, Arcan masih memiliki rasa optimistis Persebaya bisa melangkah ke Liga Super. "Saya percaya pemain senior di Persebaya bisa membawa tim ini ke Liga Super," ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang