Diminta Mengulang UN, Siswa Balik Tuntut Pemerintah Transparan!

Kompas.com - 01/06/2009, 19:20 WIB

NGAWI, KOMPAS.com - Pihak SMAN 2 Ngawi menuntut Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) transparan dengan memperlihatkan lembar jawaban komputer berpola jawaban sama milik murid-murid kelas tiga SMAN 2 Ngawi pada Ujian Nasional (UN) lalu.

Tuntutan itu terjadi karena pihak sekolah di SMAN 2 tidak yakin, bahwa jawaban seluruh peserta ujian yang jumlahnya 315 siswa itu sama semuanya. Akibatnya, pelaksanaan UN pada sejumlah mata pelajaran di sekolah favorit di Kabupaten Ngawi tersebut harus diulang.

"Kami meminta lembar jawaban komputer itu diperlihatkan, sehingga kami yakin tidak ada permainan di balik harus diulangnya ujian nasional di sekolah kami," tuntut Suratman, Kepala Sekolah SMAN 2 Ngawi, Senin (1/6). Suratman mengatakan hal itu usai memberi penjelasan kepada para murid kelas tiga terkait pengulangan UN di sekolah tersebut.

Saat penjelasan tersebut, sejumlah siswa pun mengutarakan hal senada Suratman. Mereka tidak percaya kalau pola jawaban seluruh murid dinyatakan sama. Para murid mengaku telah menjawab sendiri pertanyaan-pertanyaan yang ada selama UN berlangsung pada 20-24 April 2009 lalu.

"Saya menjawab soal-soal itu tanpa bantuan siapapun. Dengan begitu sangat tidak mungkin jawaban saya sama dengan jawaban teman lainnya," ujar Sofia, salah satu murid. "Keputusan harus mengulang ujian nasional itu sangat menyakitkan hati," kata Mediska, salah seorang murid lainnya.

Sementara itu, seorang murid lainnya bernama Adrian, yang telah diterima di Universitas Gajah Mada (UGM) melalui jalur PMDK (Penelusuran Minat dan Kemampuan), punya pengakuan sama. Adrian mengaku, sebelum ataupun saat pelaksanaan UN tidak pernah ada jawaban dari soal ujian yang beredar.

Pengawas dari sekolah lain di ruang kelas tempatnya melaksanakan ujian pun sangat ketat mengawasi peserta ujian. Alhasil, tidak memungkinkan murid mencontek atau menyalin jawaban yang beredar. "Oleh karena itu tidak mungkin jawaban kami sama semuanya," ujar Adrian, kesal.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau