NGAWI, KOMPAS.com - Pihak SMAN 2 Ngawi menuntut Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) transparan dengan memperlihatkan lembar jawaban komputer berpola jawaban sama milik murid-murid kelas tiga SMAN 2 Ngawi pada Ujian Nasional (UN) lalu.
Tuntutan itu terjadi karena pihak sekolah di SMAN 2 tidak yakin, bahwa jawaban seluruh peserta ujian yang jumlahnya 315 siswa itu sama semuanya. Akibatnya, pelaksanaan UN pada sejumlah mata pelajaran di sekolah favorit di Kabupaten Ngawi tersebut harus diulang.
"Kami meminta lembar jawaban komputer itu diperlihatkan, sehingga kami yakin tidak ada permainan di balik harus diulangnya ujian nasional di sekolah kami," tuntut Suratman, Kepala Sekolah SMAN 2 Ngawi, Senin (1/6). Suratman mengatakan hal itu usai memberi penjelasan kepada para murid kelas tiga terkait pengulangan UN di sekolah tersebut.
Saat penjelasan tersebut, sejumlah siswa pun mengutarakan hal senada Suratman. Mereka tidak percaya kalau pola jawaban seluruh murid dinyatakan sama. Para murid mengaku telah menjawab sendiri pertanyaan-pertanyaan yang ada selama UN berlangsung pada 20-24 April 2009 lalu.
"Saya menjawab soal-soal itu tanpa bantuan siapapun. Dengan begitu sangat tidak mungkin jawaban saya sama dengan jawaban teman lainnya," ujar Sofia, salah satu murid. "Keputusan harus mengulang ujian nasional itu sangat menyakitkan hati," kata Mediska, salah seorang murid lainnya.
Sementara itu, seorang murid lainnya bernama Adrian, yang telah diterima di Universitas Gajah Mada (UGM) melalui jalur PMDK (Penelusuran Minat dan Kemampuan), punya pengakuan sama. Adrian mengaku, sebelum ataupun saat pelaksanaan UN tidak pernah ada jawaban dari soal ujian yang beredar.
Pengawas dari sekolah lain di ruang kelas tempatnya melaksanakan ujian pun sangat ketat mengawasi peserta ujian. Alhasil, tidak memungkinkan murid mencontek atau menyalin jawaban yang beredar. "Oleh karena itu tidak mungkin jawaban kami sama semuanya," ujar Adrian, kesal.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang