Tuntut Hak Kesehatan, Buruh Pabrik Rokok Mogok

Kompas.com - 01/06/2009, 20:34 WIB

MALANG, KOMPAS.com — Sekitar 600 karyawan pabrik rokok PT Kompas Agung di Jalan Ichwan Ridwan Rais Nomor 103 Kota Malang, Senin (1/6), mogok kerja dan berunjuk rasa di depan pabrik tersebut. Buruh rokok yang semuanya peremuan itu menuntut adanya perhatian dari perusahaan, terkait fasilitas dan sarana kesehatan bagi karyawan.

Unjuk rasa dimulai sejak pukul 06.00, saat biasanya mereka mulai bekerja. Mereka tidak bergegas masuk ke ruang kerja, tetapi justru bergerombol di dalam dan di luar pabrik sambil sesekali berorasi menyerukan tuntutan mereka.

Sebagian ada yang menenteng dan mengacung-acungkan spanduk kertas bertuliskan ungkapan hati mereka. Tidak seberapa lama, sebanyak 20 orang perwakilan buruh kemudian diajak bernegosiasi dengan pihak manajemen pabrik serta aparat kepolisian setempat.

"Kami menuntut perhatian pabrik khusunya mengenai hak kesehatan bagi karyawan-karyawannya. Selama ini kami menilai tidak ada perhatian dari perusahaan. Berapa pun habisnya kami berobat, semua hanya diganti Rp 25.000 per orang. Selain itu, juga tidak ada lagi jaminan kesehatan dari Askes. Dan perusahaan ini tidak memiliki poliklinik bagi karyawannya," ujar Sarminah (45), karyawan bagian giling yang telah bekerja selama 38 tahun di sana.

Siti Aminah (35), karyawan lainnya menuturkan bahwa unjuk rasa karyawan tersebut dipicu oleh sikap tidak bertanggungjawabnya manajemen perusahaan terhadap kesehatan karyawannya.

Pada Jumat (29/5) lalu ada seorang karyawan, yaitu Mbak Anik, meninggal di dalam pabrik sesaat setelah bekerja. Namun, perusahaan tidak mengizinkan kendaraannya dipakai mengantar dan memeriksakan Mbak Anik. Justru diminta mengangkutnya dengan mikrolet, dan tubuh Mbak Anik dibiarkan tergeletak di lantai. "Ini jelas menghina kami. Kami rasanya tidak diperlakukan layaknya manusia," ujar Siti Aminah.

Unjuk rasa berlangsung hingga pukul 09.30. Pengelola pabrik melalui Ricky Sugiono (suami pemilik atau pengelola pabrik) membacakan sendiri hasil kesepakatan tersebut.

Beberapa poin kesepakatan yang dibacakan Ricky antara lain bahwa pabrik akan bekerja sama dengan poliklinik terdekat (di Jalan Bandulan) untuk memfasilitasi kebutuhan karyawan, mengizinkan karyawan pada hari itu libur tetapi dengan tetap dibayar penuh, dan meminta karyawan kembali bekerja keesokan harinya.

"Saya mohon maaf sampai kejadian ini terjadi. Terhadap almarhumah Bu Anik, kami turut mengucapkan duka cita. Kami akan mengurus uang Jamsostek beliau dan uang pesangonnya," ujar Ricky.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau