JAKARTA, KOMPAS.com — Kubu pasangan SBY-Boediono menolak jika dituding mengintervensi Komisi Pemilihan Umum (KPU) agar mengajukan deklarasi kampanye damai dari rencana semula tanggal 2 Juni 2009 menjadi 10 Juni 2009. Hatta Rajasa, ketua tim sukses pasangan tersebut, juga mengaku keputusan KPU tidak membela pihaknya.
Seperti diketahui, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tengah melakukan kunjungan ke Korea Selatan selama 3 hari sampai tanggal 2 Juni 2009. Namun, pada tanggal 10 Juni 2009 mendatang, Presiden juga sudah mempunyai agenda kenegaraan.
"Saya ingin bicarakan dengan KPU bagaimana ini. Tanggal 9 Presiden di Jawa Tengah dan tanggal 10 di Jawa Timur meresmikan Jembatan Suramadu," katanya.
Sebelumnya, kubu Mega-Pro meminta penjelasan KPU mengenai perubahan jadwal ini. KPU beralasan jadwal deklarasi kampanye damai diundur untuk memastikan semua pasangan calon presiden dan calon wakil presiden dapat hadir.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang