JAKARTA,KOMPAS.com-Ketua Majelis Ulama Indonesia Amidhan mengingatkan para kandidat presiden dan wakil presiden mendatang, untuk tidak memanfaatkan simbol-simbol agama dalam kampanye.
"Penggunaan simbol-simbol dalam kampanye, bisa berbahaya bagi proses demokrasi kita," ujar Amidhan di Jakarta, Senin (1/6).
Amidhan menghimbau, agar para capres dan cawapres beserta tim suksesnya senantiasa menghormati perbedaan pilihan, pluralitas agama dan keyakinan serta kemajemuk an ras, suku dan budaya. Para capres dan cawapres juga hendaknya menghindari sentimen kesukuan, agama dan ras (SARA) demi mendapatkan kekuasaan.
"Percayalah, langkah semacam itu lebih banyak mudharatnya, ketimbang keuntungan yang diperoleh," ujarnya.
Itu sebabnya, menurut Amidhan, ia sangat berkeberatan ketika ada salah satu politisi menyebutkan tentang anjuran menggunakan jilbab bagi istri-istri calon presiden yang didukungnya. "Memakai jilbab jangan dikaitkan dengan alasan politik," ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang