Kampanye Dimulai, yang Tak Siap Bersiap Tiarap

Kompas.com - 02/06/2009, 10:27 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kampanye pemilu presiden dan wakil presiden baru dimulai Selasa (2/6) ini hingga 4 Juli. Namun, hawa panas "peperangan" sudah terasa sejak dua pekan belakangan ini. Pengamat politik, Bima Arya Sugiarto, mengatakan, publik akan disuguhkan suasana pertarungan yang berbeda pada 2009 ini.

Bima melihat, persaingan antarcalon akan diwarnai dengan "perang" statement, wacana, dan citra. "Artinya, siapa yang tidak siap dengan strategi yang rapi akan kedodoran," kata Bima sebelum debat publik antartim sukses tiga pasangan capres, Selasa di Jakarta.

Tim sukses, ujar Bima, harus menunjuk beberapa juru bicara dan akan berbicara di wilayah yang dibatasi secara tegas. "Juru bicara itu masing-masing ada wilayah isu, wilayah rambahan terkait segmen, batasan mana yang boleh mana yang tidak, isu apa yang mau dinaikkan, dikendalikan, dan sebagainya," kata dia.

Pengaturan ini, menurutnya, akan menghindari adanya slip of tongue yang terakhir dilakukan anggota tim sukses SBY-Boediono, Ruhut Sitompul. Bima mengatakan, tim sukses juga perlu mengatur isu yang akan digulirkan sehingga tidak menjadi blunder dan menyentuh wilayah sensitif, seperti isu SARA.

Semakin kerasnya "perang" wacana, citra dan ideologi, dalam pandangan Bima karena setiap pasangan mulai memberikan garis tegas atas posisi dan ideologinya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau