Soal Bocor, UN Diulang, Itu karena Pihak Sekolah Lalai!

Kompas.com - 02/06/2009, 14:14 WIB

GORONTALO, KOMPAS.com — Keputusan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) terkait ujian nasional (UN) ulang yang harus dilaksanakan oleh tiga SMA di Kota Gorontalo, diakui tidak lepas dari faktor kelalaian pihak sekolah masing-masing dan semua unsur terkait.

Pernyataan tersebut ditegaskan oleh Wali Kota Gorontalo Adhan Dhambea di Gorontalo, Selasa (2/6). Keputusan BSNP terkait UN ulang pada tiga sekolah di Kota Gorontalo itu tertuang dalam surat bernomor 16/SK-UN/ BSNP/V/2009.

"Jika memang ada kebocoran soal pada ujian nasional yang lalu, ini harus diakui sebagai faktor kelalaian semua pihak, ini resiko kita sendiri," kata Adhan.

Untuk itu, Adhan meminta agar ketiga sekolah tersebut, yakni SMAN I, SMAN II, dan SMK I, mempersiapkan seoptimal mungkin siswanya untuk mengikuti pelaksanaan UN ulang yang akan digelar pada 8-12 Juni.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Nasional Kota Gorontalo Samir Badu mengatakan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan ketiga sekolah tersebut. Hal itu, kata Samir, guna mengundang dan mengumpulkan kembali siswa-siswanya yang sudah telanjur berada di luar daerah untuk bisa mengikuti UN ulang tersebut.

"Banyak siswa pada ketiga sekolah itu yang sudah berada di luar daerah dan telah dinyatakan lulus lewat jalur khusus di sejumlah universitas, baik negeri ataupun swasta," ujarnya.

Samir lalu menambahkan, siswa yang berhalangan mengikuti UN ulang itu masih diberi kesempatan pada UN susulan. UN susulan itu akan digelar pada 15-19 Juni.

Selain Kota Gorontalo, masih ada sejumlah sekolah di delapan provinsi lain yang juga diputuskan untuk mengulang UN. Pengulangan tersebut terkait adanya indikasi kebocoran soal dan kecurangan pada pelaksanaan UN yang lalu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau