PALEMBANG, KOMPAS.com - Penyerapan pupuk urea bersubsidi di Sumsel sampai bulan Mei baru mencapai 61.186 ton atau 27 persen dari alokasi pupuk urea bersubsidi pada tahun 2009 sebesar 223.000 ton. Rendahnya penyerapan pupuk menyebabkan stok pupuk melimpah di gudang.
Menurut Manajer Pemasaran Pupuk Daerah (PPD) Pusri Sumsel Sulfa Ganie, Selasa (2/6), musim kemarau yang berlangsung bulan April-September menyebabkan permintaan pupuk menurun. Saat ini pupuk hanya dibutuhkan di sawah yang memiliki irigasi atau di sawah lebak. Permintaan pupuk akan meningkat saat datangnya musim tanam pada bulan Oktober-Maret yang merupakan saat musim hujan.
Sulfa mengutarakan, melimpahnya stok pupuk di gudang menyebabkan meningkatnya biaya penyimpanan pupuk karena ada stok pupuk yang terpaksa disimpan di luar gudang. Menurut Sulfa, biaya penyimpanan pupuk untuk terpal ukuran 16 meter x 16 meter sekitar Rp 6-7 juta atau setara dengan 300 ton pupuk. Pad ahal jumlah pupuk yang disimpan di luar gudang bisa mencapai 2000-3000 ton.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang