Penonton Perancis Anti Nadal

Kompas.com - 02/06/2009, 23:19 WIB

MADRID, Kompas.com - Paman sekaligus pelatih Rafael Nadal, Toni Nadal, menganggap para penonton Perancis Terbuka bodoh dan bersikap tidak pantas terhadap keponakannya saat kalah dari Robin Soderling, Minggu.

Toni Nadal menyebut para penonton Perancis menyemooh Nadal saat harus mengundurkan diri karena cedera di Paris Masters di Bercy tahun lalu.  Mereka juga memberi dukungan kepada lawan-lawan Nadal saat berusaha mempertahankan gelar juara Perancis Terbuka untuk kelimakalinya tahun ini.

Begitu marahnya Toni Nadal, sehingga dalam wawancara dengan radio Spanyol, Cadena Ser, ia mengatakan, "Hanya ada sekelompok orang yang lebih buruk daripada penonton Perancis. Mereka adalah penonton-penonton Paris."

"Mereka sendiri yang mengatakan hal ini. Saya pikir ini benar. Para penonton Paris memang bodoh. Para penonton Perancis tidak senang apabila seorang (pemain) Spanyol menjadi juara," tambah Toni Nadal. "Adalah bodoh mengharapkan seseorang kalah. Mereka menunjukkan betapa bodohnya diri mereka yang selama ini menyebut dirinya superior."

Setelah kekalahan dari Soderling, Nadal menyebut ia sebenarnya sangat mengharapkan para penonton akan mendukungnya. "Turnamen ini sangat penting dan sangat indah buat saya.  Saya harap bila saya kembali, mereka setidaknya mau memberi sedikit dukungan buat saya."

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau