Ribuan Jamu Oplosan Berhasil Disita

Kompas.com - 03/06/2009, 04:49 WIB

MAKASSAR, KOMPAS.com - Ribuan jamu oplosan, kemasan dan Kapsul kosong berhasil disita oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Makassar di kontrakan Misbahuddin, jalan Tinumbu No, 47 Makassar, Selasa (2/6).    Penyitaan jamu ini oleh pihak BPOM Makassar didasarkan pada penyelidikan yang dimulai sejak tahun lalu.  "kami sudah pantau aktivitas ini sejak tahun 2008," kata Drs Hamka Hasan yang memimpin penyitaan ini.   
     
Di kontrakan milik H.M Ishak ini juga dijadikan tempat untuk meracik bahan kimia ke dalam jamu serta membuat kemasan sendiri.   Menurut Kepala Seksi Pemeriksaan BPOM, jamu-jamu tersebut mengandung bahan kimia Obat (BKO) yang selama ini beredar dipasaran.

"Jamu ini sudah tersebar di toko-toko dan Apotik di Makassar dan daerah-daerah," jelasnya.   Sementara Misbahuddin, pemilik jamu yang saat ini ditahan oleh BPOM Makassar, enggan mengungkapkan perihal sumber dan kepemilikan jamu tersebut.
     
Namun, menurut Hamka, jamu tersebut didatangkan dari Cilacap, Jawa Tengah.
Salah satu merek dari penyitaan ini adalah jamu merek Buah Merah Plus Ginseng (Bi-em Amral). Ribuan dos ini kemudian dipak dalam kardus besar yang berjumlah 20 kardus
     
Menurut Hamka, jamu ini mengandung beberapa bahan obat. Seperti Penil Putasol, Chlur Tri Meton (CTM), kafein, dan Parasetamol. "Bahan ini jika dicampur dalam jamu akan membahayakan tubuh yang meminumnya," katanya
     
Selain itu, juga ditemukan beberapa kemasan jamu dengan berbagai merek. Untuk Pria dan Wanita serta kapsul-kapsul kosong yang siap di masukan serbuk jamu.  Menurut Teguh Waluyo, jenazah Hadi diperkirakan tiba di rumah duka sekitar pukul 02.30 WIB.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau