DETROIT & SICHUAN, KOMPAS.com — Dalam rilis bersama yang dikeluarkan semalam, General Motors Corp dan Sichuan Tengzhong C Ltd, kedua perusahaan telah melakukan pembicaraan transaksi merek Hummer dan pabriknya di Amerika Serikat. Dengan menjual Hummer ke Tengzhong, GM berharap bisa menyelamatkan 3.000 karyawan yang bekerja di pabrik Hummer, Amerika Serikat.
Sichuan Tengzhong Heavy Industrial Machinery Co Ltd (Tengzhong) adalah perusahaan swasta China terkemuka yang berpusat di provinsi Sichuan. Perusahaan ini bergerak dalam bidang pembuatan jalan, konstruksi, dan perlengkapan industri energi. Dijelaskan pula, perusahaan ini akan mengembangkan usahanya sebagai produsen kendaraan off-road dengan segmen khusus, yaitu premium.
“Merek Hummer identik dengan petualangan, kebebasan, dan kesenangan. Kami berencana melanjutkan warisan itu dengan melakukan investasi bisnis. Strategi kami, membiarkan Hummer melakukan inovasi dan tumbuh dengan cara baru di bawah kemimpinan tim manajemen sekarang,” kata Yang Yi, CEO Tengzhong.
Ditambahkan, ”Kami melakukan investasi pada merek Hummer karena riset dan kemampuan pengembangannya. Kami akan membuat Hummer menjadi lebih baik untuk menciptakan produk baru, misalnya kendaraan yang irit bahan bakar di Amerika Serikat.”
Transaksi jual beli Hummer ini diharapkan bisa diputuskan pada kuartal ketiga tahun ini. Sebagai penasihat keuangan, Tengzhong mengandalkan Credit Suisse dan Shearman & Stearling sebagai legal international.
Turun tajam
GM membeli lisensi merek Hummer dari AM General pada 1999 dan mulai menjual H1 seharga 141.000 dollar AS. Kendaraan tentara segala medan ini ini bobotnya mencapai 3,4 ton. Hummer H1 popular setelah digunakan oleh aktor Arnold Schwarzenegger (sekarang Gubernur California) di jalan raya.
H1 tidak pernah terjual dari 875 unit per tahun. Pada 2002 GM meluncurkan H2 yang lebih ringan, yaitu 3 ton. Pada 2005 diluncurkan H3 dengan berat 2,13 ton. Pada 2006, H3 dirakit di Afrika Selatan untuk dipasarkan di Eropa, Timur Tengah, dan Afrika. Pada tahun ini, Hummer juga mendirikan perakitannya di Avtotor, Kaliningrad, Rusia.
Naiknya harga bahan bakar menyebabkan permintaan terhadap kendaraan ini berkurang. GM menghentikan produk H1 pada 2006 karena penjualannya terus turun. H3 kini dijual dengan harga 31.000 dollar AS. Penjualan pada 2008 turun sampai 51 persen pada 2008 dan sampai April 2009, penurunan penjualan telah mencapai 67 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang