Masih Defisit, Pemerintah Larang Kontrak Ekspor Gas Baru

Kompas.com - 03/06/2009, 15:31 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden M Jusuf Kalla mengatakan pemerintah memutuskan tidak ada lagi kontrak baru untuk ekspor gas selama kebutuhan dalam negeri masih mengalami kekurangan.

"Selama kebutuhan gas dalam negeri belum terpenuhi maka tak boleh ada kontrak ekspor gas baru," kata Wapres M Jusuf Kalla usai memimpin rapat tentang gas dan pembangunan kilang baru di Istana Wapres Jakarta, Rabu (3/6).
    
Rapat tersebut dipimpin langsung Jusuf Kalla dan diikuti menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, Ketua BKPM M Lutfi, Dirjen Gas Evita Legowo serta Dirut PT Pertamina Karen Agustin.

Menurut Wapres keputusan pemerintah tersebut juga telah disetujui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dan keputusan itu diambil pemerintah karena untuk memenuhi kebutuhan gas dalam negeri. "Dari neraca gas yang ada kebutuhan dalam negeri masih defisit (kekurangan) karena itu harus diutamakan memenuhi kebutuhan dalam negeri," kata Wapres.

Jusuf Kalla juga menjelaskan dalam rapat tersebut diputuskan tiga hal yakni mengutamakan kebutuhan gas dalam negeri, meningkatkan kemampuan energi dalam negeri dengan membangun kilang-kilang baru serta mencari harga yang efisien.
    
Sementara ketika ditanya soal kelanjutan kontrak gas blok Donggi Senoro, Wapres menyatakan kontrak jalan terus tetapi diutamakan untuk kebutuhan dalam negeri. "Jadi untuk Donggi Senoro harganya tetap sama, tetapi untuk kebutuhan dalam negeri," tegasnya.

Adapun Dirjen Gas ESDM Evita Legowo mengatakan bahwa dari neraca gas mulai 2011 akan ada kekurangan (defisit) gas dalam negeri. "Setidaknya sampai 2015 masih akan defisit," Kata Evita.
    
Dengan kondisi seperti itu, Wapres menegaskan bahwa selama masih ada defisit gas dalam negeri maka selama itu tidak boleh ada ekspor gas.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau