Mahasiswa Praha Tertarik Indonesia

Kompas.com - 04/06/2009, 07:32 WIB

LONDON, KOMPAS.com — Rombongan mahasiswa Universitas Charles Praha yang dipimpin Dekan Fakultas Pendidikan Dr Jan Siska mengadakan kunjungan ke KBRI Praha. Mereka tertarik mempelajari Indonesia.
   
Mereka sangat tertarik mendengarkan penjelasan perkembangan hubungan bilateral Indonesia-Ceko. Hal ini dikatakan Pelaksana Fungsi Pensosbud KBRI Praha Azis Nurwahyudi kepada koresponden Antara London, Kamis (4/6).
   
Azis Nurwahyudi, mewakili Duta Besar Salim Said, dalam pertemuan itu menjelaskan, perkembangan hubungan kedua negara sejak awal  kemerdekaan sampai saat ini semakin erat.
   
Hubungan yang sudah lama terjalin itu disampaikan dengan adanya produk sepatu Bata di Indonesia yang ternyata berasal dari Ceska, dan banyaknya alat mesin merek Skoda yang sejak dahulu dipergunakan di berbagai pabrik gula di Indonesia.
   
Azis Nurwahyudi juga menjelaskan upaya KBRI Praha dalam mempererat hubungan masyarakat kedua bangsa melalui berbagai kegiatan seperti kunjungan pejabat, penampilan kelompok kesenian, pameran produk dan kerajinan, festival film Indonesia, serta seminar.
   
Dalam pertemuan itu, Baby Poernomo, mahasiswa Indonesia yang tengah belajar di Ceska melalui program beasiswa Erasmus Mundus, menjelaskan sistem pendidikan tinggi di Indonesia.
   
Penjelasan yang komprehensif disertai foto kegiatan mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia menarik perhatian mahasiswa Universitas Charles Praha. Sebagian besar di antara mereka menyadari  universitas di Indonesia memiliki fasilitas pendidikan yang maju.
   
Mahasiswa yang memenuhi Aula KBRI Praha tidak saja dari Praha, tetapi juga mahasiswa asing dari Oman, Malaysia, Banglades, dan Sierra Leon yang mendapat beasiswa Erasmus Mundus di Universitas Charles, serta mantan penerima beasiswa Darmasiswa yang pernah belajar di Indonesia.
   
Para mantan peserta Darmasiswa tersebut menjelaskan kepada mahasiswa yang hadir mengenai pengalaman mereka selama satu tahun belajar di Indonesia melalui program Darmasiswa. Mantan penerima Darmasiswa menjelaskan, selain belajar di salah satu universitas, mereka juga mempelajari adat dan budaya bangsa Indonesia.
   
Hal itu membuat mereka dapat menerima berbagai perbedaan dan mengenal lebih jauh tentang Indonesia yang dinilai sebagai suatu negara yang cantik dan penduduknya ramah.
   
Untuk lebih mendekatkan Indonesia kepada mereka, ditampilkan pula tari Topeng Bali oleh Ary Aryantha dan disajikan makanan khas Indonesia. Pada akhir acara, KBRI Praha memberikan kenang-kenangan Plakat Garuda Pancasila, sementara Universitas Charles memberikan buku informasi mengenai universitas tersebut. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau