Wah, Banyak Stimulus Tersendat Tanpa Sebab

Kompas.com - 04/06/2009, 09:32 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketika krisis meletus, pemerintah sepertinya tergopoh-gopoh hendak meluncurkan stimulus yang total senilai Rp 73,3 triliun sejak Maret lalu. Nyatanya, hingga kini hampir semua program stimulus masih tersendat karena berbagai sebab.

Misalnya, belanja stimulus infrastruktur Rp 11,215 triliun. Jika jalan, program ini bisa menyerap jutaan tenaga kerja. Sayang, implementasinya molor dan statusnya: semoga Juni ini bisa mulai berjalan.

Nasib hampir sama terjadi pada program bea masuk ditanggung Pemerintah (BM-DTP) untuk bahan baku dan barang modal senilai Rp 2,5 triliun. Lantaran, baru berjalan mulai akhir April lalu, penyerapannya hingga 1 Juni lalu baru sebesar Rp 74,86 miliar atau sekitar 3 persen saja.

Direktur Fasilitas Kepabeanan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kusdirman Iskandar mengatakan, yang sudah menyerap baru dua sektor, yakni industri otomotif dan telematika. Masing-masing sebesar Rp 74,14 miliar dan Rp 711,38 juta. "Sembilan sektor lagi, seperti pesawat terbang dan elektronika belum," katanya, Rabu (3/6).

Menurut Kusdirman, pengusaha enggan mengajukan pembebasan bea masuk lantaran permintaan akan produk mereka turun drastis. Ini adalah buntut krisis global. Tapi, Ketua Umum Gabungan Industri Alat Motor dan Mesin (GIAMM) Hadi Suryadipraja berpendapat lain. Masalah penyerapan yang masih minim bukan lantaran pasar sedang lesu, tapi lebih pada kelambanan pemerintah menerbitkan aturan teknis BM-DTP yang baru keluar pada 24 April lalu.

"Kalau memang niat, seharusnya peraturan tersebut sudah keluar sejak awal tahun," ujarnya. Makanya, dia tidak yakin industri akan bisa menyerap semua BM-DTP.  (Uji Agung Santosa, Fitri Nur Arifenie/Kontan)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau