TOKYO, KOMPAS.com — Toyota Motor Corporation (TMC) mengumumkan akan menyewakan kendaraan hibrida plug-in atau PHV (plug-in hybrid vehicle) melalui kerja sama dengan pemda yang telah dipilih oleh Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang.
Tujuannya, program tersebut untuk mempromosikan penggunaan mobil listrik dan PHV secara meluas. Untuk itu, Toyota mengembangkan PHV berdasarkan Prius generasi ke-3 yang menggunakan baterai lithium ion yang dapat diisi melalui stop kontak rumah tangga di Jepang.
Bagi Toyota, ini merupakan pertama kalinya baterai li-on dikembangkan sebagai sumber tenaga untuk kendaraan hibridanya. Program ini akan dimulai akhir tahun ini. Direncanakan, ke-200 PHV itu disewakan untuk digunakan di departemen pemerintahan, pemda, dan perusahaan.
PHV bekerja seperti mobil listrik ketika digunakan untuk jarak pendek. Namun, mobil tersebut akan berfungsi sebagai kendaraan hibrida konvensional ketika digunakan untuk perjalanan jarak sedang dan jauh. Dengan demikian, pengguna PHV dapat menggunakan kendaraan seperti mobil biasa tanpa memikirkan kondisi baterai atau ketersediaan infrastruktur pengisian baterai.
Program ini diharapkan bisa meningkatkan efisiensi pemakaian bahan bakar yang lebih tinggi dari kendaraan hibrida konvensional, membatasi konsumsi bahan bakar fosil, mengurangi emisi CO2 dan polusi terhadap lingkungan. Di samping itu, dengan pengisian listrik yang lebih banyak, solusi kendaraan yang makin ekonomis bisa dilaksanakan.
Toyota meyakini, diversifikasi sumber-sumber energi yang paling pas saat ini adalah dengan menggunakan PHV. Hal tersebut berkenaan dengan lingkungan.
Ditambahkan pula, untuk mempercepat PHV, Toyota akan memperkenalkan 500 kendaraan tersebut secara global, dan diutamakan adalah pemilik armada. Tujuannya agar PHV makin familiar bagi publik dan juga semakin mudah dipahami.
Untuk itu, TMC akan memperkenalkan 150 PHV di Amerika Serikat, 150 di Eropa, termasuk 100 di Perancis. Juga segera diperkenalkan PHV di Inggris, Belanda, dan Jerman.
TMC memposisikan teknologi hibrida sebagai inti kendaraan yang mempertimbangkan aspek lingkungan. Secara bersamaan juga dikembangkan mobil listrik dan hibrida sel bahan bakar. Bagi TMC, ini merupakan program mobilitas berkesinambungan dalam upaya mengembangkan dan menggunakan kendaraan generasi mendatang. Hal ini diharapkan bisa memberikan kontribusi untuk mengurangi konsumsi bensin, mengurangi emisi, dan diversifikasi sumber-sumber energi.
Bagaimana dengan rencana Toyota di Tanah Air sehubungan dengan program PHV secara global tersebut? Informasi yang diperoleh Kompas.com dari Toyota Astra Motor, sebagai perwakilan TMC di Toyota Indonesia, mereka juga segera akan mensosialisasikan teknologi mobil hibrida. Berarti, Prius gen-3 juga akan masuk ke Indonesia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang