Ribuan Warga Eks Timtim Rindu Prabowo

Kompas.com - 04/06/2009, 14:38 WIB

KUPANG, KOMPAS.com — Cawapres Prabowo Subianto ditunggu ribuan warga eks Timor Timur yang kini tinggal dan menetap di NTT. "Mereka berharap pada kesempatan kampanye pemilu presiden seperti sekarang ini bisa bertemu langsung untuk mengurangi rasa kangen setelah lepas tugas di Timtim dahulu," kata tokoh masyarakat eks Timtim, Armindo Soares Mariano, di Kupang, Kamis (4/6).
    
Menurut dia, pada kesempatan kampanye pemilu legislatif, April, mantan Danjen Kopasus ini telah mejadwalkan kampanye di Atambua, ibu kota Kabupaten Belu, tetapi batal karena masalah cuaca yang tak bersabat pada waktu itu.
    
"Simpatisan Prabowo saat itu memaklumi karena faktor cuaca. Namun, untuk kesempatan kampanye pilpres, saya usulkan ke panitia jurkam nasional melalui panitia kampanye tingkat provinsi untuk menjadwalkan lagi kedatangan Prabowo ke NTT dan lebih khusus bertemu dengan warga eks pengungsi Timtim," katanya seusai mengikuti rapat koordinasi tim pemenangan pilpres pasangan Mega-Prabowo.
    
Mantan Ketua DPRD eks Provinsi Timtim pada era Timtim masih menjadi provinsi ke-27 Republik Indonesia ini mengatakan tidak ada maksud lain meminta Prabowo datang ke NTT guna bertemu dengan warga eks Timtim kecuali ingin melihat sosok Prabowo secara langsung dan mendengar suara asli Prabowo seperti ketika di Timtim.
    
Bagi warga eks Timtim, kata Armindo, Prabowo merupakan salah satu figur pemimpin nasional yang patut dihargai dan diberi kesempatan. Sebab, selain peduli terhadap rakyat kecil, Prabowo juga tokoh nasionalis yang berpotensi besar memimpin bangsa ini lima tahun ke depan.
    
"Pokoknya, Prabowo itu orang baik, berguna untuk bangsa pada saat masih aktif sebagai TNI maupun setelah memilih pensiun dini sehingga tidak salah jika warga eks pengungsi Timtim menghendaki kedatangan Prabowo ke NTT. Wajar-wajar saja," kata Armindo.
    
Ketua Tim Pemenangan Mega-Prabowo Blasin Kristo ketika dikonfirmasi terkait dengan permintaan warga eks Timtim itu mengatakan, jadwal kampanye memang sudah ada. "Berdasarkan jadwal itu, pasangan Mega-Prabowo berkampaye terbuka selama delapan kali sehingga kami sudah melakukan komunikasi langsung dengan timnas karena waktu pasangan ini tentunya juga terjadwal," ujarnya.
    
"Semua pihak menaruh simpati terhadap pasangan capres dan cawapresnya, tetapi jadwal mereka sudah diatur. Namun, bisa saja berubah kadang tidak memenuhi permintaan seperti itu, tetapi karena ini permintaan, maka terus diupayakan," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau