Tim JK-Wiranto "Kekeuh" Pakai "Lebih Cepat Lebih Baik"

Kompas.com - 04/06/2009, 14:53 WIB

JAKARTA, KOMPAS.comTagline Jusuf Kalla "Lebih cepat lebih baik" dikomentari tak efektif mendongkrak perolehan suara Golkar pada pemilu legislatif, bahkan pada elektabilitas JK sendiri. Direktur Riset Lembaga Survei Indonesia (LSI) Kuskrido Ambardi mengatakan, berdasarkan survei terakhir LSI, 25-30 Mei, slogan tersebut tidak membawa pengaruh besar pada persepsi publik.

"Tagline itu mungkin dianggap sangat teknis dan di mata pemilih tidak atau kurang penting," kata Kuskrido yang akrab disapa Dodi pada jumpa pers di Kantor LSI, Jakarta, Kamis (4/6).

Menanggapi hasil survei yang menunjukkan elektabilitas JK-Wiranto yang berada di kisaran 6-7 persen, anggota Tim Kampanye JK-Wiranto, Indra J Piliang, mengatakan, survei dilakukan saat masa kampanye belum dimulai sehingga, menurutnya, tidak menjawab persepsi publik saat ini. "Pada tanggal-tanggal itu (25-30 Mei) peristiwa politiknya kan baru deklarasi. Masa kampanye juga belum berjalan dan masing-masing pasangan masih melakukan konsolidasi," kata Indra.

Mengenai tagline tersebut, ia merasa yakin sudah berhasil masuk ke memori publik. "Dan kami juga yakin bisa mengubah persepsi publik lewat kampanye. Kami tidak akan mengganti. Nanti kalau diganti, ada yang komentar 'Lebih cepat diganti'," katanya.

Indra mengatakan, kampanye JK-Wiranto akan lebih mengangkat hal-hal yang bersifat kompetensi. Berdasarkan survei LSI, responden menekankan pada aspek integritas, empati, kompetensi, dan kecepatan sebagai syarat utama yang harus dimiliki pasangan capres dan cawapres.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau