Gayus Pimpin Pansus Angket DPT

Kompas.com - 04/06/2009, 15:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Fraksi PDIP DPR Gayus Lumbuun terpilih sebagai Ketua Pansus hak angket daftar pemilih tetap (DPT) DPR yang akan menyelidiki pelanggaran hak konstitusional rakyat untuk memilih.

Proses pemilihan pimpinan pansus di Gedung DPR, Kamis (4/6) itu, dilakukan melalui dua tahap. Tahap pertama musyawarah antar fraksi dan setelah lima fraksi yang hadir tidak menemui kata sepakat, meskipun dua nama calon ketua pansus sudah mengerucut pada 2 orang, yakni Gayus Lumbuun (FPDI Perjuangan) dan Lena Maryana Mukti (FPPP).

Proses pemilihan selanjutnya atau tahap dua dilakukan melalui voting dalam pleno panitia angket pelanggaran hak konstitusional untuk memilih.

Proses pemilihan dipimpin Ketua DPR Agung Laksono, dan hanya dihadiri 19 orang dari 28 orang jumlah keseluruhan panitia angket.

Voting menghasilkan keputusan memilih Gayus Lumbuun sebagai ketua pansus angket karena meraih 12 perolehan suara sedangkan Lena Maryana Mukti mendapat 7 suara.

Setelah pemilihan ketua panitia angket, pada saat itu juga langsung dipilih wakil ketua secara proporsional, yakni Rustam Tamburaka dari Fraksi Partai Golkar, Ignasius Mulyono dari Fraksi Demokrat, Lena Maryana Mukti dari Fraksi PPP dan Arbab Paproeka dari Fraksi PAN.

Agung menjelaskan, setelah unsur pimpinan panitia angket ini ditetapkan, maka secara otomatis panitia angket sudah dapat mulai bekerja. "Tidak perlu ada pengesahan-pengesahan lagi," ujarnya seraya berharap panitia ini bisa menyelesaikan tugasnya sebelum periode anggota dewan 2004-2009 selesai.

Lebih lanjut Agung mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan apakah nantinya angket ini akan berujung pada pemakzulan terhadap presiden atau tidak. "Tentunya kita akan melihat lagi perkembangan yang ada," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau