Obama: AS Tak Pernah Musuhan dengan Islam

Kompas.com - 04/06/2009, 18:15 WIB

KAIRO, KOMPAS.com — Presiden Barack Obama mengatakan bahwa sikap minoritas muslim yang terlalu ekstrem membuat Islam dipandang sebagai pembawa kekerasan. Demikian disampaikan Obama saat pidato di Kairo, Mesir, Kamis (4/6), mengenai hubungan Amerika Serikat dan negara Muslim.

"Pelaku kekerasan ekstrem telah mengeksploitasi ketegangan meski itu hanya kelompok kecil Muslim. Serangan 11 September 2001 misalnya dengan beberapa aktivitas kekerasan lanjutan membawa orang-orang di negara saya memandang Islam sama dengan kekerasan...."

Dalam bagian pidatonya, Obama menyampaikan poin penting yang pernah disampaikannya di Turki. "Di Ankara, saya dengan tegas mengatakan bahwa Amerika tidak pernah bermusuhan atau berperang dengan Islam. Meski demikian, kami tetap akan melawan mereka yang mengancam atau mengganggu keamanan. "Karena kami menolak, sama seperti orang dari agama apa pun juga menolak pembunuhan atas perempuan, wanita dan anak-anak yang tidak berdosa."

Obama juga menyatakan bahwa AS tidak ingin mempertahankan pasukannya di Afganistan. "Jangan salah. Kami tidak ingin mempertahankan tentara kami di Afganistan. Kami tak punya markas tentara di sana. Tentu saja bagi Amerika sungguh menyedihkan kehilangan orang-orang muda dan wanita. Secara politis dan ekonomis, sulit untuk mempertahankan konflik ini.

"Kami akan sangat gembira bila setiap tentara kami pulang. Tentu saja bila kami yakin bahwa tidak akan ada lagi kekerasan ekstrem yang terjadi di Afganistan dan Pakistan...."

Obama mengharapkan dimulainya "babak baru keterlibatan" antara AS dan dunia Muslim. Keterlibatan ini bakal menjadi dasar sikap saling menghormati yang menguntungkan satu sama lain.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau