Trauma Prita dan Rasa Tak Percaya Kedua Anaknya

Kompas.com - 05/06/2009, 05:42 WIB

TANGERANG, KOMPAS.com - Prita Mulyasari sejak Rabu (3/6) akhirnya berkumpul bersama keluarga. Surat penangguhan penahanan yang diajukan suaminya, Andri Nugroho, akhirnya dikabulkan Pengadilan Negeri Tangerang. Namun, Prita masih memiliki sejumlah trauma.

Prita menuturkan, selain trauma menulis, dia juga takut dipisahkan dengan kedua anaknya kembali.

"Seperti tadi saat menjalani sidang perdana, anak saya ternyata dibawa jalan-jalan. Terus terang saya jadi mencari-cari anak saya. Saya cari-cari ternyata dibawa jalan-jalan. Baru ketemu di rumah setelah sidang," ujarnya kepada wartawan, ketika ditemui di kediamannya, Jalan Kucica III, Bintaro, Tangerang, Kamis (4/6).

Menurut dia, kedua anaknya sempat tak percaya sang bunda telah pulang. Mereka, tutur Prita, sempat bengong. Prita bahkan sempat melepas kerudungnya untuk membuat sang buah hati percaya.

"Tiga minggu saya meninggalkan mereka. Sempat ada kekagokan saat saya pulang. Mereka bingung ini bundanya atau bukan. Selama tiga minggu itu mereka terkecoh dengan budhenya. Mereka sempat mengira budhenya bunda, tapi saat menoleh ternyata bukan. Jadi saya gendong mereka ke kamar, lalu saya lepas kerudung untuk membuktikan bundanya sudah pulang," kata dia.

Untuk menebus waktu perpisahan tiga minggu itu, Prita dan suami selalu menyempatkan waktu untuk bermain bersama buah hati. "Meski kami juga harus melayani teman-teman wartawan," kata suami Prita, Andri.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau